Memperhatikan Kesehatan Mental Remaja

Posted at 2018-03-27 11:38:00 on OPINI by Kontributor
Forskning
Tagar

Penulis : Demilia Diasti Pasyah | Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015 - UPNVY

Menurut pengamatan para ilmuwan yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal, krisis kesehatan mental yang dialami anak remaja cenderung berujung pada tindakan bunuh diri (Kompas.com). Hal tersebut menjadi sebuah fakta yang memprihatinkan mengingat masa remaja adalah masa dimana seseorang memiliki gairah yang tinggi dalam mengekspresikan diri dengan penuh semangat dan khas dengan ingar bingarnya. Lalu, krisis kesehatan mental seperti apa yang dapat menyebabkan seorang anak memilih mengakhiri hidup?

Menurut artikel tersebut, anak yang memiliki krisis kesehatan mental biasanya disebabkan oleh pengalaman pribadinya yang secara terus menerus mendapat tindak kekerasan, baik fisik maupun emosional. Penjelasan tersebut kemudian memiliki korelasi dengan apa yang saya temui di lingkungan sekitar. Saya melihat kasus depresi (salah satu penyakit mental) dengan berbagai macam sebab, mulai dari masalah keluarga, sekolah, sampai masalah ekonomi yang kini seakan biasa dialami oleh seseorang.

Banyak hal yang dapat menyebabkan mental seorang anak terganggu. Diantaranya adalah fakta bahwa masih adanya tindak bullying di sekolah maupun luar sekolah yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama, hal itu tentunya dapat menjadi luka bagi ingatan seorang anak. Pada akhirnya,  banyak kasus bunuh diri disebabkan oleh tindakan bullying. Selain itu juga masalah keluarga yang kurang harmonis menjadi penyebab seseorang mengalami depresi.

Secara psikologi, depresi adalah suatu kondisi lebih dari suatu keadaan sedih yang dialami oleh seseorang. Berdasarkan penjelasan tersebut, depresi pada anak bukan lagi sekedar persoalan kecil. Diperlukan pemahaman dan perhatian yang besar terhadap permasalahan apa saja yang mungkin dialami dan bagaimana mereka menyikapinya. Sebagai seorang remaja yang hidup diantara para remaja lainnya, banyak ditemui berbagai macam problematika sehari-hari dan hal tersebut membuat sadar bahwa permasalahan kecil sampai besar tidak mengenal usia.

Seiring bermunculan kasus depresi yang dialami remaja khususnya di Indonesia, perlu kesadaran akan pentingnya penanganan terhadap penyakit mental tersebut. Biasanya, seseorang yang sedang mengalami krisis kesehatan mental menunjukkan dua sikap yang berbeda, ada yang dengan frontal mengatakan sedang mengalami depresi dan meminta bantuan orang lain, namun, ada pula yang diam-diam dan tidak berani mengungkapkan perasaan sedih berlebih yang sedang dirasakan. Akibatnya, banyak kasus depresi pada anak remaja yang tidak mampu tertolong dengan baik.

Bunuh diri merupakan salah satu akibat dari depresi. Bagi seseorang yang tidak mengetahui bagaimana cara penanganan yang baik, akan memungkinkan terjadinya tindakan mengakhiri hidup. Ketika seseorang mengalami depresi, ia cenderung tidak dapat berpikir jernih seperti orang pada umumnya. Sehingga dibutuhkan jalan keluar untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

Menurut cerita seorang teman yang pernah mengalami depresi, pada saat tertentu dirinya sudah mencapai titik terendah dalam hidupnya dan ia merasa tidak memiliki siapa-siapa untuk berkeluh kesah. Sehingga ia berpikir bahwa semua akan terselesaikan dengan melakukan bunuh diri dan seakan hal itu menjadi sebuah solusi terbaik dalam menyudahi kesedihannya. Maka, dapat disimpulkan bahwa peran orang lain sangat berpengaruh bagi seseorang yang sedang mengalami depresi.

Dalam kenyataannya, tidak semua orang menunjukkan sikap peduli akan permasalahan yang dialami oleh orang disekitarnya. Beberapa orang justru tidak menyadari betapa pentingnya memberikan perhatian kepada orang lain. Padahal, sikap yang kita tunjukkan kepada seseorang sesungguhnya mampu berpengaruh cukup besar bagi orang lain.

Tentu, masalah akan datang kepada siapapun. Setiap manusia yang hidup pasti memiliki persoalan yang berbeda-beda. Namun, bagaimana setiap orang menyikapi masalah yang dialami tentunya juga berbeda: apakah tetap yakin akan adanya harapan dibalik masalah yang sedang dialami atau justru sebaliknya. Dalam hal ini, sosok orang lain menjadi penting dan turut andil dalam seseorang menentukan pilihan hidupnya. Orang lain tersebut memiliki kekuatan untuk memberikan harapan atau malah menghilangkannya.

Sebagai manusia yang hidup dikelilingi berbagai dinamika persoalan didalamnya, perlu disadari bahwa tidak melulu masalah pribadi yang harus dipikirkan, melainkan kepedulian terhadap orang disekitar juga sangatlah diperlukan. Penanganan terhadap penyakit mental depresi memang berawal dari diri sendiri, namun peran orang lain juga dibutuhkan. Ada baiknya untuk mulai lebih peka dan mau untuk sekedar bertanya “ada apa” kepada teman yang terlihat sedang memiliki masalah.

Yang terakhir, menjadi pendengar bagi siapa saja juga sangat penting dilakukan karena dampak yang ditimbulkan dari kesediaan untuk mendengarkan tidaklah kecil. Mendengarkan memiliki efek yang besar bagi orang yang sedang berbicara maupun bagi yang mendengarkan. Dalam konteks kesehatan mental, seseorang sangat butuh untuk didengarkan. Karena pada dasarnya, orang yang mengalami depresi merasa memiliki masalah yang dapat meluap kapan saja dan diluapkan dengan tindakan apa saja, bahkan yang terburuk sekalipun. Maka, mulailah menjadi seseorang yang selalu bersedia mendengarkan dan jangan pernah lelah untuk peduli kepada teman disekitar.

 

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya