Jadi Relawan, Bukan Karyawan

Posted at 2018-06-22 16:48:00 on PENGEMBANGAN DIRI by Yudi Kobo
Stephen R. Covey

Berhentilah berpikir “mendapatkan pekerjaan” dan mulailah “bekerja sukarela untuk suatu tujuan”. Pekerjaan adalah sesuatu yang kamu lakukan untuk mendapatkan uang. Tujuan adalah sesuatu yang kamu kerjakan karena meyakininya. Orang biasanya bicara tentang panggilan, bukan karier, mereka. Panggilan adalah tujuan yang kamu layani berdasarkan komitmen mendalam dan keyakinan bahwa hal itu layak diwujudkan.

Jadi, ubahlah pola pikir kamu. Jangan menganggap diri kamu karyawan, tapi relawan. Karyawan mempunyai deskripsi tugas, sementara relawan mempunyai tujuan. Perbedaan antara deskripsi tugas dan tujuan sangatlah jelas. Deskripsi tugas bersifat eksternal dan karyawan menerimanya secara reaktif.

Tujuan bersifat internal, dan kamu secara proaktif mengupayakan dengans sukarela. Motivasi untuk melakukan pekerjaan berasal dari luar diri kamu, sementara motivasi mencapai tujuan berasal dari dalam diri kamu.

Menariknya, tak ada orang yang pernah memecat relawan. Karena satu hal, seorang relawan tak akan pergi. Hal lainnya, hasrat dan energi seorang relawan sangat berharga bagi pemberi kerja manapun. Relawan tidak membuat keputusan berdasarkan rasa takut atau keinginan untuk menjadi orang penting. Relawan membuat keputusan berdasarkan hal terbaik yang seharusnya dilakukan untuk memperoleh hasil terbaik.

Satu perbedaan antara karier hebat dan karier biasa-biasa saja adalah menemukan tujuan yang bisa kamu lakukan dengan sukarela. Kita tidak bicara tentang tujuan besar seperti mengatasi kelaparan di dunia atau menyembuhkan kanker. Kita bicara tentang tujuan apapun yang bermanfaat, apapun profesi kamu. Selama belum menganggap pekerjaan kamu sebagai tujuan, kamu tidak akan menemukan gairah yang akan menjadikannya karier hebat.

Kisah pengalaman seorang guru bernama James Asher merasa frustasi dengan cara bahasa asing diajarkan di sekolah. Kebanyakan guru menggunakan pendekatan “talking head” yang oleh Asher digambarkan seperti ini:

“Siswa masuk ke kelas, duduk dengan tenang dalam barisan, lalu membuat “suara” dengan mulut setelah diberi aba-aba oleh seseorang yang berada didepan kelas, yang menunjuk seorang siswa dan berkata, “Dengarkan apa yang saya ucapkan lalu ulangi ucapan saya!” Dia merasa itu metode yang bodoh, yang menurutnya sama sekali tidak berguna.

James Asher mencurahkan diri sepenuhnya pada suatu tujuan:

Membantu orang belajar bahasa asing dengan cepat dan mudah. Dia mulai bereksperimen dengan metode baru. Salah satunya memberi perintah kepada siswa, yang harus mereka laksankan, seperti:

  1. Berdiri
  2. Berjalanlah ke lemari. Buka laci lemari dan cari sebotol aspirin. Ambil botol itu.
  3. Tutul laci lalu berjalanlah dengan cepat ke Mary.
  4. Tawarkan botol itu kepada Mary.
  5. Mary, ambil botol itu darinya dan…..

Hebatnya, siswa berbahasa inggris yang belajar bahasa Rusia bisa dengan cepat memahami perintah itu dan tetap mengingat artinya. Tak lama kemudian mereka belajar ratusan ungkapan dalam waktu singkat. Penemuan Asher yang kini dikenal sebagai “Metode Respon Fisik Total”, menjadikan kegiatan belajar bahasa asing menyenangkan, aktif, dan mudah.

Menciptakan cara yang lebih baik dalam mengajarkan bahasa bukanlah deskripsi tugas Asher. Dia melakukannya dengan sukarela. Bagi Asher, itu masalah menarik yang membutuhkan solusi, serta menjadi tujuan yang dijalankannya sepanjang kehidupan profesional. Bagaimana dengan kamu? Apa tujuan kamu?

Tentu saja kamu harus menjadi relawan yang berguna, lengkap dengan solusi yang dibutuhkan atasan. Dan, tentu saja kamu akan menjadi lebih berguna bila lebih mengenal organisasi, industri, dan tantangan dalam perusahan tersebut.

Kita membicarakan topik itu pada artikel lainnya. Namun, pertama-tama kamu harus memiliki pola pikir relawan, bukan pola pikir pencari kerja.


Sumber : Great Work Great Career | Penulis Stephen R. Covey dan Jennifer Colosimo

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya