Konsultan Migas Sonny Sampurno: Soft skill Penting bagi Kesuksesan

Posted at 2018-07-13 18:24:00 on SEPUTAR KAMPUS by Lucia Yuriko

 “The present is the key to the future”

Demikian sebuah kalimat yang menjadi motto bagi Sonny Taufan Sampurno. Ia menyampaikan perkataan tersebut saat membuka acara Pojok Alumni Teknik Geologi.  Pengalamannya puluhan tahun di dunia kerja profesional, membuatnya sempat mencicipi menjadi karyawan di berbagai perusahaan multinasional seperti Tripatra, Corelab, Nordell, Gearhart, Arco, BP, APD-Serica, Mitra, Hingga kini Ia mendirikan badan usaha konsultan miliknya sendiri, Geotama.

Dengan fokus bahasan mengenai kemampuan Hard skill dan soft skill¸ Pria berusia 63 tahun yang kini tengah menjadi konsultan migas ini mengungkapkan, bahwa setiap pemuda khususnya mahasiswa menyimpan potensi yang amat besar. Potensi tersebut berpeluang untuk dikembangkan. Masalah terbesar yakni arah fokus pengembangan kemampuan yang masih stagnan pada pengembangan Hard skill saja. Padahal menurutnya, pada era ini, kemampuan Soft skill jauh lebih diperlukan.

Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa Hard Skill, merupakan kemampuan praktis yang dipelajari dari proses belajar selama kuliah, tentang hal-hal yang terlihat secara langsung. Sedangkan Soft skill  merupakan kemampuan diri yang datang dari dalam pribadi, dan cenderung tak terlihat, seperti emosional, rasa empati dan kemampuan berkomunikasi.

Ia mengutip sebuah  hasil riset terhadap dua kemampuan yang dimiliki manusia. Salah satu faktor dominan dalam menentukan tingkat kesuksesan seseorang, ditentukan melalui kemampuan Soft skill-nya  yaitu sebesar 80%. Ia menitikberatkan kehidupan sukses, berawal dari kemampuan pola pikir dan fokus yang kuat.  Dimana kemampuan Soft skill berperan dalam hal tersebut.

Kemampuan Soft skill dibagi pula menjadi beberapa bagian, pertama  yakni Interpersonal Skill (kemampuan mengatur diri sendiri). Melatih kemampuan diri sendiri dapat memperkuat karakter seperti crisis management, time management, dan critical thinking.

Sedangkan  dari  Interpersonal Skill (hubungan dengan manusia lain). Dapat mengasah kemampuan motivating skill, yakni untuk memotivasi orang lain serta negotiating skill, kemampuan bernegosiasi dimana hal tersebut menjadi syarat mutlak dalam menjalankan bisnis.

Sonny juga menjelaskan bahwa rasa ingin tahu yang tinggi menjadi awal bagi semangat anak muda untuk terus belajar dan mengembangkan potensi.  “Kepo atau rasa ingin tahu saat ini mulai jarang dimiliki oleh anak muda. Mindset yang salah adalah mereka merasa malu dan tidak kompeten apabila banyak bertanya pada orang lain. Padahal dengan kepo, seorang mahasiswa menjadi pembelajar yang terus menggali ilmu berkat rasa penasarannya.” tambah Sonny.

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya