Bagaimana Cara Menilai Cocok-Tidaknya Kandidat dengan Budaya Perusahaan?

Posted at 2018-07-19 18:43:57 on PENGEMBANGAN DIRI by Redaksi

Cocok atau tidaknya calon karyawan yang akan Kamu pekerjakan dengan budaya perusahaan Kamu tentu menjadi salah satu hal yang penting. Bayangkan jika Kamu memperkerjakan seorang karyawan yang memiliki kinerja yang sangat baik namun tidak dapat menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan Kamu. Karena ketidakcocokan diri dengan budaya perusahaan, seorang karyawan dapat saja membawa timnya ke arah kegagalan.

Untuk itulah, mempekerjakan karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Kamu merupakan hal yang penting. Beberapa hal ini dapat membantu Kamu mengetahui apakah calon karyawan Kamu sesuai dengan budaya perusahaan Kamu.

Menulis iklan pekerjaan berdasarkan budaya perusahaan
Dalam memasang iklan pekerjaan tentunya Kamu perlu menjelaskan betul mengenai pekerjaan yang Kamu tawarkan. Selain melalui deskripsi pekerjaan dan kualifikasi, Kamu dapat mencoba memperkenalkan budaya perusahaan Kamu melalui iklan pekerjaan tersebut. Kamu dapat menjelaskan latar belakang perusahaan Kamu, menjelaskan lingkungan dalam bekerja, atau beberapa hal lain yang merupakan hal penting untuk calon karyawan Kamu ketahui. Dengan hal ini, calon pelamar dapat memahami betul mengenai pekerjaan tersebut hingga perusahaan tempat ia akan bekerja.

Memilih pertanyaan yang sesuai saat melakukan wawancara
Sebelum memperkerjakan seorang karyawan, proses wawancara merupakan salah satu proses wajib dengan tujuan mengetahui latar belakang calon keryawan Kamu lebih lanjut. Dalam proses wawancara, Kamu dapat menanyakan beberapa hal yang terkait dengan budaya perusahaan Kamu. Kamu dapat mengemas pertanyaan tersebut melalui contoh kasus. Misalnya melalui kasus yang belum dapat dipecahkan di perusahaan Kamu, melalui jawabannya Kamu dapat menyimpulkan cara berpikir, hingga kemampuan bekerja calon karyawan Kamu.

Memberi pelatihan untuk pewawancara
Tentunya seorang pewawancara harus mengetahui betul mengenai budaya perusahaan yang ada. Untuk itu ada baiknya jika Kamu memfasilitasi karyawan Kamu yang akan melakukan wawancara. Tujuannya adalah untuk menghindari miscommunication antara pewawancara dengan atasannya. Dalam pelatihan, Kamu dapat menjelaskan poin apa saja yang penting untuk diketahui, bagaimana cara menanyakannya kepada kandidat, apa yang harus dilakukan jika kandidat dirasa tidak cocok dengan perusahaan Kamu. Walaupun hal tersebut harusnya sudah diketahui para rekruter, akan lebih baik jika Kamu dapat memberikan stKamurisasi dalam melakukan wawancara dengan kandidat agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

Memperhatikan detail saat proses wawancara
Tentunya selain jawaban dari kandidat Kamu, ada beberapa hal lain yang dapat menunjukan apakah kandidat Kamu cocok dengan budaya perusahaan Kamu. Salah satu hal tersebut adalah body language atau bahasa tubuh. Bahasa tubuh dapat menunjukan apakah kandidat Kamu yakin dengan jawaban yang ia berikan atau sebenarnya ia sendiri belum yakin akan jawabannya. Kamu dapat melihatnya melalui cara pKamung, postur saat duduk, hingga gestur yang digunakannya.

Percayai yang Kamu yakini
Tentunya jika Kamu sudah yakin betul bahwa kandidat Kamu adalah salah satu orang yang cocok dengan budaya perusahaan Kamu, Kamu harus mempercayai keyakinan Kamu mengenai kecocokan kandidat Kamu. Jika Kamu belum sepenuhnya yakin terhadap kandidat tersebut, Kamu dapat melakukan psikotes untuk mengetahui apakah kepribadiannya berdasarkan hasil psikotes cocok dengan budaya perusahaan Kamu. Kamu juga dapat melakukan background check untuk mengetahui cara kandidat Kamu memecahkan suatu masalah di tempat ia bekerja sebelumnya.

Kumpulkan feedback
Jika Kamu akan pergi melakukan wawancara dengan rekan kerja Kamu yang lain, Kamu tentu memiliki kesempatan untuk berdiskusi setelah wawancara selesai. Namun, jika Kamu pergi wawancara sendiri tentunya tidak ada orang yang memahami kemampuan kandidat yang baru Kamu wawancara. Maka dari itu, mengumpulkan feedback menjadi hal yang penting. Kamu dapat meminta feedback dari tim Kamu, atau menanyakan langsung pendapat atasan Kamu.

Melalui feedback yang diberikan, Kamu dapat memperkuat asumsi yang ada dipikiran Kamu mengenai kemampuan dan personality kandidat Kamu. Dengan mengumpulkan feedback Kamu dapat lebih mudah menentukan apakah kandidat Kamu cocok untuk bekerja di perusahaan Kamu atau tidak cocok dengan budaya perusahaan Kamu.

Perhatikan calon karyawan Kamu saat proses wawancara sudah selesai
Jika Kamu sudah selesai dalam wawancara dan jika kandidat Kamu memiliki waktu luang, cobalah untuk mengobrol dengan kandidat Kamu. Kamu juga dapat memperhatikan cara kandidat Kamu berinteraksi dengan Kamu saat proses wawancara sudah selesai. Kamu dapat menanyakan beberapa pertanyaan umum seperti, “Apa yang membuat Kamu tertarik untuk bekerja di perusahaan Kamu sebelumnya?” atau, “Apa yang membuat Kamu tertarik menekuni bidang Kamu sekarang?”.

Walaupun pertanyaan tersebut terlihat seperti pertanyaan wawancara, Kamu dapat mengemasnya lebih santai dengan menceritakan juga pengalaman Kamu atau Kamu juga dapat menceritakan pengalaman Kamu sebelum Kamu bertanya kepada kandidat Kamu.

Mempekerjakan karyawan tentu tidak hanya berdasarkan kemampuannya saja. Namun, kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan Kamu menjadi faktor penting untuk memastikan loyalitas calon karyawan Kamu. Selain mencari karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Kamu, Kamu juga harus menjaga agar karyawan Kamu tetap menerapkan budaya perusahaan yang ada agar budaya perusahaan Kamu tidak semakin pudar.

 


Sumber : Glints.id

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya