9 Perilaku Milenial Indonesia

Posted at 2018-08-08 17:19:00 on OPINI by Yudi Kobo

Sebelum mengulas prilaku kita harus sepakat dahulu yang kita bahas disini adalah Millennials yang juga dikenal sebagai Generasi Y kelompok demografis (cohort) setelah Generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an sampai 2000 an.

Tulisan ini juga merajuk pada data yang dikumpulkan oleh Alvara Research Center sebagai Lembaga riset independen di Indonesia.

MILENIAL INDONESIA DALAM ANGKA
1 dari 3 penduduk Indonesia adalah milenial
8 dari 10 Generasi Milenial terkoneksi dengan Internet

30,7% Generasi Milenial ke mall minimal 2 minggu sekali
40,1% Generasi Milenial memiliki akun Instagram
22,3% Generasi Milenial masih baca surat kabar

Milenial juga bisa di sebut generasi pertama yang menyandang status sebagai Digital Native

1. Kecanduan Internet

Pengguna internet di Indonesia sangat didominasi oleh generasi milenial

Konsumsi internet generasi milenial rata-rata diatas 7 jam sehari

Hal ini tercermin dari pola penggunaan smarphone mereka yang membutuhkan koneksi internet ketika menggunakan fitur-fitur smartphone mereka

Pengunaan dominan yaitu sosial media, browsing, games


2. Mudah berpaling ke lain hati


Program kesetiaan lebih penting untuk menciptakan kesetiaan dengan generasi millennial daripada kelompok lain, terutama untuk CPGtelecommunications, entertaiment, dan sektor ritel

- 60% Bersedia untuk mengganti merek yang mereka beli jika itu berarti mendapatkan lebih banyak manfaat
- 72% Program loyalitas adalah bagian dari hubungan mereka dengan sebuah merek
- 64% Berinteraksi dengan program loyalitas dalam satu tahun terakhir
- 46% Mengatakan tidak akan setia kepada merek yang tidak memiliki program loyalitas yang baik
- 1/3 Mengaku membeli sesuatu yang mereka tidak benar-benar inginkan untuk mendapatkan poin atau mempertahankan manfaat.


3.
"Dompet tipis"


Generasi milenial bukan berarti mereka tidak punya uang, mereka lebih suka dan lebih sering bertransaksi secara cashless/nontunai

59% generasi milenial, khususnya kelas menengah ke atas kini lebih menyukai transaksi secara nontunai. Kartu debit menjadi alat pembayaran nontunai yang paling disukai (50%), diikuti uang elektronik (33%) dan kartu kredit (17%). – Sumber Brilio.net

70% dari generasi milenial memiliki utang kartu kredit. Jika hal ini tidak segera dibenahi maka artinya selama bertahun-tahun generasi milenial terbiasa hidup di atas batas kemampuannya. Jika demikian maka berpotensi akan bangkrut di usia 40 tahun - Hasil studi PwC lembaga akutansi di London

4. Kerja cepat, Kerja Cerdas


Milenial bukan generasi pemalas, mereka pintar beradaptasi dan bisa bekerja lebih efektif dibanding generasi sebelumnya.


5. Bisa apa saja

Generasi milenial terbiasa melakukan sesuatu secara multitasking, mereka mampu melakukan 2 – 3 aktivitas secara bersamaan.


6. Liburan kapan saja dimana saja


1 dari 3 Milenial Indonesia pasti melakukan liburan minimal 1 kali dalam setahun

5 Destinasi favorit milenial Indonesia: Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Malang, Bali

Travelling seperti kebutuhan primer untuk menunjukkan jatidiri dan tampil di sosial media adalah pokok.

Gaya hidup generasi millenial Indonesia (usia 25 -35) lebih mengutamakan aktivitas leisure & traveling ketimbang membeli rumah atau investasi - Riset rumah123.com dan Karir.com


7. Cuek dengan politik


Milenial menganggap politik adalah generasi yang lebih tua, mereka acuh terhadap berbagai proses politik


8.
Suka berbagai

Milenial memiliki kemurahan hati untuk berbagi untuk aktivitas sosial, dan sharing baik konten off-line mupun on-line

Two Faces of solidarity Milenial peduli dengan masalah masalah sosial, seperti muncul situs change.org, petisi online, termasuk respon terhadap isu-isu sosial lain melalui media sosial.  Namun, sikap tersebut masih sebatas euforia dan belum masif.

Sharing is better Millennial saat ini senang berbagi pengetahuan, ketrampilan, dan wawasan l ainnya. Tentu saja, hal tersebut dominan dilakukan di media sosial dan internet, seperti tutorial hijab, tutorial memasak. Oleh karena itu, tidak heran banyak millennial yang menjadi referensi bagi millennial lainnya.

Followers is family Millennial memiliki solidaritas yang tinggi, terutama pada followers nya. Oleh karena itu, mereka sering mengabarkan aktivitasnya kepada netizen lainnya, layaknya memberi kabar kepada keluarga.


9.
Tidak harus memiliki

Akses lebih penting dari kepemilikan. Bagi milenial selama masihbisa menyewa, memiliki suatu barang bukanlah sebuah keharusan

75% Generasi milenial yang lebih suka membayar untuk sebuah pengalaman daripada barang - barang material.

 

Note: tampilan terbaik untuk membaca di desktop view


Sumber : Alvara Research Center

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya