Apa sih Industri 4.0 Itu?

Posted at 2018-08-17 15:28:21 on ARTIKEL by Chohen

Para mahasiswa Teknik Industri mungkin sudah akrab dengan istilah Industri 4.0 sebagai tema besar FTI di PKK-BN UPNVY 2018 kali ini. Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Kini, masa Industri 4.0 semakin dekat bersamaan dengan berita bahwa Presiden Jokowi sedang mempersiapkan Perpres Industri 4.0.


Di sana beli mi ayam aja udah pakai vending machine, guys

Industri 4.0 ditandai dengan maraknya automasi – situasi saat pekerjaan manusia perlahan mulai digantikan oleh mesin – seperti yang terjadi di pabrik-pabrik saat ini. Tengoklah Jepang dan kegemaran mereka akan vending machine. Kalau di Indonesia kita punya banyak warung untung jajanan kecil, di sana ada jejeran vending machine yang siap memenuhi kebutuhan jajanmu.

Hal seperti ini bisa jadi agak mengkhawatirkan kalau terjadi di pabrik besar, karena tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi juga semakin sedikit. Dan namanya juga bisnis, semakin sedikit potensi melakukan pengeluaran tentu akan semakin menarik, apalagi jika efisiensi juga meningkat.

Mesin nggak butuh liburan, dan jarang bengong mikirin mantan, soalnya

Jangan takut dulu, ya. Automasi ini bertahap kok, walaupun prosesnya memang sangat cepat. Supaya artikel ini isinya nggak melulu menakut-nakuti, berikut adalah bocoran dari lembaga riset McKinsey mengenai besaran persentase jam kerja yang bisa diautomatisasi:

  1. Ketrampilan pekerja rendah / kompleksitas produk rendah. Pakaian / mode / mewah (82% jam kerja dapat diautomatisasi), pengolahan pertanian (80%), makanan (76%), minuman (69%). Dominasi aktivitas yang berulang dan rendah keterampilan dalam kelompok ini membuatnya sangat rentan terhadap otomatisasi.
  1. Kerumitan tenaga kerja sedang / moderat. Mebel (70%), bahan dasar (72%), bahan kimia (69%), peralatan medis (60%), farmasi (68%), mobil / perakitan (64%), tenaga listrik dan gas alam (53%), dan minyak dan gas (49%).
  1. Ketrampilan kerja tinggi / kompleksitas produk tinggi. Aerospace dan pertahanan (52%), elektronik canggih (50%), teknologi tinggi (49%), dan telekomunikasi (43%).

Gimana, apakah industri incaranmu rawan automasi?


Sumber : Mckinsey.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya