Silaturahmi Memanjangkan Umur Dan Melapangkan Rizki

Posted at 2018-08-21 21:44:00 on SEPUTAR KAMPUS by Kontributor

Oleh : Muhamad Kundarto | FP UPNVY angkatan 91

Konsep kekeluargaan dapat dipakai dalam hubungan akademik di kampus. Adik tingkat disebut Yunior (yang lebih muda). Kakak tingkat disebut Senior (yang lebih tua). Dosen disetarakan sebagai Orangtua. Konsep keluarga dimaknai sebagai hubungan yang harmonis antara "orangtua" pada anak-anaknya yang disebut "senior" dan "yunior".

Orangtua wajib mendidik anak-anaknya dengan welas asih, adil dan bijaksana. Semua anak harus hormat pada orangtuanya. Senior jangan terlalu sombong dan angkuh di depan para yuniornya, tapi harus memberikan contoh yg taat aturan dan bisa dibanggakan karena kepandaian dan prestasinya. Yunior harus hormat pada seniornya, dan berusaha patuh selama itu dalam jalan kebenaran sesuai aturan akademik.


Drs. M. Husain Kasim, MP. selaku seksi Acara PKK BN Fakultas Pertanian

Konsep ini perlu dibangun sejak awal masuk kuliah dan dipertahankan sampai selesai. Dampaknya akan terasa ketika para mahasiswa itu sudah lulus dan berubah status menjadi alumni. Hubungan antar alumni (senior yunior) tetap mesra dan akrab walaupun sudah berada di berbagai tempat dengan kesibukan masing-masing. Demikian juga hubungan para alumni dengan dosen-dosennya akan tetap ngangenin seperti anak pada orangtuanya. Dari saling kabar, bertukar info dan potensi menjalin kerjasama dalam berbagai bentuk.

Konsep di atas sebenarnya merupakan realisasi dari konsep menjalin silaturahmi, yang diterjemahkan dalam menjaga keharmonisan dalam komunikasi dan kerjasama yang sinergi. Hikmahnya akan memanjangkan umur, karena kita tak segan selalu berbagi info, keceriaan dan bahkan kepedulian karena belasungkawa dan kemanusiaan.

Suasana Expo Pameran Fakultas Pertanian

Hikmah berikutnya adalah melapangkan rizki. Jika hubungan terjalin baik sejak lama, maka kita tiada sungkan untuk meminta dan memberi bantuan. Seperti terlihat ada ajang pertemuan alumni atau reuni, di pertemuan awal biasanya sangat menyenangkan karena kangen-kangenan bertukar kabar sekian lama berpisah. Namun berikutnya akan semakin erat apabila bisa terjalin hubungan kerjasama yang melapangkan rizki secara proporsional.

Maka, jangan mudah membuat perselisihan dan permusuhan, karena itu jelas akan sangat merugikan di hari esok. Jangan juga terlalu banyak diam, segera sapa kita semua sebagai keluarga besar. Jangan menyapa hanya pada saat butuh bantuan saja. Terkadang obrolan ringan tentang candaan dan makan bersama di kuliner enak adalah jurus sakti menjalin kedekatan hati dan melahirkan banyak kerjasama.

Sejatinya manusia adalah yang "migunani tumpraping liyan" (bermanfaat bagi orang lain).

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya