IATMI Mendorong Strategi dan Teknologi Pengembangan Gas Natuna

Posted at 2018-11-30 16:00:00 on ARTIKEL by Redaksi

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) mendorong agar pengembangan gas bumi
di lapangan East Natuna dapat segera terealisasi. Selain itu, potensi di kawasan Indonesia
Tengah dan Timur ikut menjadi sorotan untuk dicarikan strategi pengembangan yang tepat.
Kedua bahasan tersebut menjadi kegiatan utama melalui plenary session dalam Simposium
IATMI 2018 yang digelar di Padang pada 1-3 Oktober 2018 mendatang.


“Kami ingin memberikan ide-ide dan rekomendasi kepada pemerintah, sekaligus
mensinergikan strategi pengembangan gas di Indonesia,” kata Ketua IATMI, Tutuka Ariadji di
Jakarta, Minggu (9/9).


Simposium kali ini bertajuk “Strategi Revolusioner Pengembangan Lapangan, Teknologi dan
Kebijakan Migas Guna Meningkatkan Ketahanan Energi Dalam Rangka Ketahanan Nasional”.
Tema ini diusung untuk mendukung, memberikan rekomendasi, dan mencari terobosan-
terobosan strategi mengenai pengembangan lapangan, teknologi, dan kebijakan migas
untuk mencapai ketahanan energi nasional.


Menurut Tutuka, tema ini relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Tantangan yang
semakin besar yang mengharuskan pemangku kepentingan untuk berpikir dan bekerja yang
lebih keras untuk mencapai ketahanan energi di masa datang. Dalam mennyelesaikan
permasalahan ini diperlukannya terobosan revolusioner dan juga sinergi seluruh pemangku
kepentingan, antara lain pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, akademisi dan
publik.


Narasumber yang direncanakan hadir dalam simposium diantaranya, Wakil Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, Direktur Jenderal
Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian
Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, direksi Pertamina, PLN,
dan Pupuk Indonesia.


Ketua Simposium IATMI, Waras Budi Santosa menambahkan, berbagai kegiatan yang akan
diadakan diantaranya plenary session, professional technical paper, student festival paper
contest (FPC), IATMI Technology Workshop & Short Course, IATMI International & Inter-
regional Consolidation.


“Simposium diharapkan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dalam sesi teknikal,
bisnis dan interaksi sosial, serta menjadi ajang networking dan sinergi antara pemerintahan
pusat dan daerah, perusahaan migas dan pendukungnya, profesional migas, akademisi, dan
mahasiswa,” kata Waras.


Ikatan Ahli Teknik Perminyakan (IATMI) merupakan Asosiasi non profit, didirikan di Jakarta
pada 7 Juni 1979 oleh sekelompok professional Indonesia yang fokus pada bidang industri

perminyakan dan gas. Pada saat ini IATMI memiliki lebih dari 10.000 anggota tersebar di
Indonesia dan beberapa negara di dunia yang terbagi dalam berbagai komisariat.
Fact Sheet:


1. Lapangan East Natuna
Lapangan East Natuna yang berada di Perairan Natuna, Kepulauan Riau yang ditemukan
sejak 1973, ditaksir memiliki sumber daya sekitar 222 trillion standard cubic feet (TCF),
dengan sumber daya kontijen sebesar 46 TCF, yang artinya cadangan gas terbesar di
Indonesia. Lapangan yang berada di offshore ini menjadi salah satu fokus pengembangan
gas di masa yang akan datang selain Lapangan Gas Masela dan Proyek Indonesia Deepwater
Development (IDD). Pengembangan gas di Natuna tersebut mengalami berbagai kendala
yang bertahun-tahun belum berhasil diselesaikan pemerintah dari masa ke masa. Di sisi lain,
permintaan gas terus meningkat sehingga produksi pada lapangan ini sangat ditunggu.
Besarnya kandungan CO2 berkisar 70% menjadi tantangan utama yang dihadapi ketika
berproduksi selain tantangan lainnya.


2. Kawasan Indonesia Tengah dan Timur
Wilayah Indonesia terdiri atas tiga bagian yaitu, Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur.
Saat ini sebagian besar kegiatan eksplorasi dan produksi migas nasional berada di Indonesia
bagian Barat. Pengembangan migas Indonesia Tengah dan Timur perlu dikejar guna
meningkatkan ketahanan energi nasional terutama pada potensi produksi gas yang dimiliki.
Ketidakseimbangan supply dan demand gas indonesia saat ini perlu kita cari jalan keluarnya
salah satunya dengan mendorong percepatan pengembangan dan pemanfaatan gas di
wilayah tersebut.


Tentunya dalam mengembangkan lapangan di Indonesia Timur terdapat tantangan khusus
yang perlu dijawab diantaranya pengembangan yang rata-rata merupakan laut dalam dan
juga infrastruktur yang terbatas selain tantangan-tantangan lainnya yang perlu dihadapi
seperti aspek pemanfaatan gas tersebut. Selain perlunya pengembangan dan pemanfaatan
gas di Indonesia Timur, tentunya wilayah Indonesia Tengah perlu untuk dikaji kembali
terutama pada pemanfaatan gas yang ada. Hal ini disebabkan karena pengembangan dan
pemanfaatan gas di wilayah tersebut sudah banyak berjalan dan kebutuhahan gas di area
tersebut relatif tinggi. Oleh karena itu industri gas di wilayah Indonesia Tengah juga perlu
didorong.

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya