Mengenang Empat Pahlawan Reformasi di Hari Pahlawan

Posted at 2016-11-10 07:30:00 on ARTIKEL by Redaksi
Foto: beritasatu.com

Sejatinya Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang perlawanan arek-arek Suroboyo yang bertempur dengan tentara NICA yang diboncengi Belanda pada 10 November 1945 di wilayah Surabaya. Pada perkembangannya, Hari Pahlawan diperingati juga untuk semua pejuang yang berkorban demi bangsa seperti mereka yang berjuang ketika tragedi Trisakti 1998 lalu.

Sebanyak empat mahasiswa Universitas Trisakti (USAKTI) gugur dalam demonstrasi ricuh pada 12 Mei 1998 itu. Keempatnya kemudian dianugerahi sebagai Pahlawan Reformasi lewat Keppres No. 057/TK/2005. Mari kembali kita mengenang mereka.

1. Elang Mulya Lesmana 
Mahasiswa Arsitektur angkatan 1996 ini lahir 5 Juli 1978. Dia dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Pada peringatan Kemerdekaan RI ke-60, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahinya Bintang Jasa Pratama.

USAKTI mengabadikan nama Elang Mulia Lesmana sebagai nama salah satu gedung tempat dia menuntut ilmu, yaitu gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan yang diberi nama gedung Elang Mulia Lesmana.


2. Hafidhin Royan
Mahasiswa Teknik Sipil 1995 ini lahir di Bandung pada tanggal 28 September 1976. Royan adalah anak keempat dari lima bersaudara. Selain itu, dia juga anak laki-laki satu-satunya. Pada malam tanggal 12 Mei 1998, Hafidhin Royan tewas terkena tembakan peluru di bagian punggungnya. Pada peringatan Kemerdekaan RI ke-60, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Hafidhin Royan. Dia dimakamkan di Sirnagalih-Padasuka, Bandung.

USAKTI mengabadikan nama Hafidhi Royan sebagai nama salah satu gedung di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.


3. Hendrawan Sie
Mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 1995 ini lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tanggal 3 Maret 1978. Dia adalah anak tunggal dari pasangan Hendrik Sie dan Karsiah. Dia tertembak di bagian leher. Pada peringatan Kemerdekaan RI ke-60, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Hendriawan Sie. Hendriawan Sie dimakamkan di TPU Islam Al-Kamal, Jakarta Barat.

Pemerintah Kalimantan Timur kemudian mengubah nama jalan tempat tinggal Hendriawan Sie dan keluarganya menjadi Jalan Hendriawan Sie. USAKTI mengabadikan namanya menjadi nama salah satu gedung di Fakultas Ekonomi Trisakti.

4. Herry Hertanto
Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri angkatan 1996 ini lahir 5 Februari 1977. Dia adalah anak laki-laki satu-satunya dari tiga orang bersaudara. Dia tewas tertembak di bagian dadanya. Atas perjuangannya, Herry Hertanto pun dianugerahi gelar Pahlawan Reformasi. Dia dimakamkan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta. Pada peringatan Kemerdekaan RI ke-60, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Herry Hertanto.

USAKTI mengabadikan nama Herry Hertanto sebagai nama salah satu gedung di Fakultas Teknologi Industri.

Pada peringatan 17 Tahun Tragedi 12 Mei 1998 di tahun 2015 lalu, USAKTI memberi nama jalan di kawasan Kampus Nagrak, di Jalan KH Rafei-Alternatif Cibubur, Km 6, Kelurahan Ciangsana Kecamatan Gunung Putri, Bogor dengan nama empat pahlawan reformasi di atas.

Semoga perjuangan dan pengorbanan mereka terus menjadi inspirasi reformasi di segala aspek kehidupan bangsa. Selamat Hari Pahlawan!

 

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya