10 Tipe Dosen di Kampus yang Bakal Selalu Diingat Mahasiswa

Posted at 2017-03-03 12:00:00 on SEPUTAR KAMPUS by Redaksi

Mau kuliah di kampus manapun, pasti ada saja dosen-dosen yang punya karakter unik.  Nggak hanya mendapatkan pelajaran dan ilmu darinya, dosen-dosen ini akan membuat kamu ingat dengan mereka, bahkan sampai tua nanti. Seperti apa sih tipe-tipe dosen yang ada di kampus Indonesia? Penting nih diketahui, khususnya buat kamu yang baru saja jadi mahasiswa.

1) Dosen Charming

Dosen yang satu ini biasanya muda dan rupawan. Kalau dosennya perempuan, nggak heran kalau kelasnya sering dipenuhi para mahasiswa yang penasaran. Malah bisa jadi mahasiswa dari jurusan lain pun ikut-ikutan “ngambil” kelasnya. Kalau dosennya laki-laki, mahasiswi mungkin lebih pintar jaim ya, tapi tetap saja, kalau lagi ngumpul buat ngerjain tugas, pasti muncul saja kesempatan untuk menggosipkan si dosen charming ini.

2) Dosen (Super) Galak

Dosen galak mungkin biasa, tapi gimana kalau dosennya sudah galak, rajin ngasih tugas lagi. Tapi kamu perlu tahu, kebanyakan dari dosen yang dikenal “killer” di kampus justru lebih banyak dikenang para mahasiswanya setelah mereka lulus nanti. Pendidikan keras yang diterapkan sang dosen seringkali memang terbukti manfaatnya. Di balik kesangarannya, dosen galak ternyata berperan besar dalam mendorong mahasiswanya untuk mengerjakan tugas dengan baik dan lulus tepat waktu.

3) Dosen Proyekan

Tipe dosen yang satu ini biasanya memang sangat brilian dan cemerlang, sehingga selalu kebanjiran proyek dan workshop. Mulai dari mengisi seminar di sana-sini, proyek penelitian, nulis buku, makalah, mengisi kolom di koran, segudang deh pekerjaannya. Tapi yang seperti ini ada bagusnya kalau kamu “dekati” karena siapa tahu, kamu bisa kecipratan job dan rejekinya juga.

4) Dosen Invisible

Mau nemuinnya aja susahnya minta ampun. Dosen yang satu ini jarang sekali ada di kampus, dan selalu sibuk bepergian kemana-mana. Bisa jadi beliau adalah dosen proyekan “stadium lanjut” yang proyek-proyeknya sudah bertaraf internasional. Bisa jadi juga, beliau sedang meneruskan pendidikan S3 di luar negeri/kota. Tapi walaupun invisible, dosen yang satu ini rajin ngasih tugas, dan kalau ujian soalnya susah minta ampun. Tapi yang paling kiamat adalah, kalau pas skripsi tiba-tiba beliau jadi pembimbing kamu.

5) Dosen Pendongeng

Dosen yang satu ini paling jago di bidang storytelling. Tapi tipe ini terbagi menjadi dua. Tipe pertama, yang mampu memikat mahasiswanya dengan cerita-ceritanya, hingga pelajaran yang dia sampaikan jadi menyenangkan dan mudah dicerna. Tipe kedua, dosen yang jago “ceramah” panjang tapi isinya monoton, yang sering membuat mahasiswanya mengantuk di kelas.

6) Dosen Super Baik

Tipe dosen yang satu ini biasanya gaul, sangat mengerti anak muda, dan bisa mingling dengan baik di tengah para mahasiswanya. Biasanya mereka melek teknologi, dan tak segan untuk berbagi pengalaman dan cerita dengan mahasiswa. Tapi jangan salah, kalau menyangkut perkuliahan mereka bisa strict juga lho. So, jangan tertipu dengan sikap santainya, kalau nggak mau berakhir dengan nilai C untuk mata kuliah beliau ya.

7) Dosen Pengayom

Dosen-dosen yang keibuan atau kebapakan biasanya umurnya memang sudah agak senior, tapi mereka biasanya pengertian dan menyenangkan, seperti orang tua sendiri saja. Kekurangannya, dosen-dosen yang lebih tua seringkali kurang melek teknologi.

8) Dosen Pelit Nilai

Mata kuliahnya perasaan nggak susah-susah amat, tapi dapat nilai B aja sudah bagus banget. Hampir seisi kelas nilainya C atau D soalnya. Tanya ke mahasiswa senior, jawabannya pasti sama aja: udah biasa itu mah.

9) Dosen Kaku

Nah kalau yang seperti ini agak challenging nih, karena biasanya mahasiswanya nggak tahu apa yang bisa mengambil hati sang dosen. Kalau kuliah, hanya menyampaikan materi dengan ekspresi datar, selesai, kelas bubar. Begitu saja sampai akhir semester.

10) Dosen Pelawak

Kuliah-kuliahnya dosen yang satu ini selalu menyenangkan, bebas stres dan penuh gelak tawa. Pokoknya belajar jadi lebih fun deh, dan materi kuliah jadi gampang diserap. Beliau memang sering melempar cerita-cerita lucu di sela-sela perkuliahan, tapi nggak jarang juga menceritakan kisah-kisah garing. Yah, daripada tegang kan.

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya