Gaji Berkurang? Kenali Potongan Bulanan yang Dibebankan Kepada Karyawan

Posted at 2017-03-10 17:00:00 on PENGEMBANGAN DIRI by Redaksi

Setelah diangkat jadi karyawan tetap bulan lalu, kamu tiba-tiba bingung, koq gaji malah jadi berkurang ya? Menjadi karyawan tetap berarti bisa menikmati berbagai fasilitas tambahan yang disediakan kantor, seperti jaminan hari tua dan asuransi.

Memang, beberapa kantor masih membebankan biaya tambahan untuk fasilitas-fasilitas tersebut kepada karyawan. Selain itu, ada juga potongan seperti pajak dan tunjangan makan/transportasi yang bisa berubah setiap bulannya. Lalu apa saja sih jenis potongan pada slip gaji?

BPJS Kesehatan

Sejak tahun 2015, seluruh perusahaan di Indonesia wajib mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Untuk membayar iurannya, perusahaan seringkali “meminta” karyawannya untuk “patungan” dengan memotong gaji mereka.

Berdasarkan aturan Perpres Nomor 111 Tahun 2013, jumlah iuran BPJS adalah 5% dari gaji per bulan; 4% dibayar perusahaan dan 1% dibayar oleh pekerja. Jadi misalnya gaji kamu Rp7 juta, maka iuran BPJS perbulan yang dipotong dari gaji sebesar Rp70.000, dan sisanya dibayar kantor. Namun ada juga perusahaan yang menanggung seluruh iuran BPJS karyawannya.

BPJS Ketenagakerjaan

Potongan lain adalah program jaminan pensiun yang diadakan BPJS Ketenagakerjaan sejak pertengahan 2016 lalu. Iuran ini adalah sebagai jaminan pensiun bagi karyawan. Potongan jaminan pensiun yang dibebankan adalah sekitar 3% dari total gaji, di mana 2% ditanggung perusahaan dan 1% ditangung pekerja. Beberapa perusahaan memiliki jaminan serupa yang besar potongannya bergantung kepada kebijakan perusahaan.

Jaminan Hari Tua (JHT)

Program jaminan pensiun berbeda dengan JHT. Kalau JHT adalah tabungan kamu selama bekerja yang bisa diambil jika perlu atau setelah tua nanti, dan bisa diwariskan jika yang bersangkutan meninggal dunia.

Iuran JHT adalah 5,7% dari total gaji per bulan, dengan rincian 3,7% dibayar perusahaan dan 2% dibayar pekerja.

Pajak Penghasilan (PPh 21)

PPh 21 dibebankan kepada karyawan yang jumlah gajinya lebih dari Rp3 juta perbulan, atau di atas Rp36 juta per tahun. Jadi jika gaji kamu di bawah itu, maka tak akan kena potongan PPh 21.

Untuk karyawan/wajib pajak (WP) yang punya NPWP, maka besaran PPh 21 adalah 5% untuk wajib pajak yang penghasilannya mencapai Rp50 juta per tahun. Jika penghasilannya Rp50 juta hingga Rp250 juta, maka pajaknya adalah 15%. Berikut rinciannya:

WP dengan penghasilan tahunan sampai dengan Rp 50 juta adalah 5%

WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 50 juta - Rp 250 juta adalah 15%

WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta adalah 25%

WP dengan penghasilan tahunan di atas Rp 500 juta adalah 30%

Untuk Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP, dikenai tarif PPh 21 sebesar 20% lebih tinggi dari mereka yang memiliki NPWP.

Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian

Program jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) juga merupakan salah satu produk BPJS Ketenagakerjaan. Potongannya tidak sebesar produk BPJS yang lain. Untuk JKK, potongannya sebesar 0,24% dari gaji, dan JKM sebesar 0,3% dari gaji.

Potongan Tunjangan Makan/Transportasi

Beberapa perusahaan memberikan tunjangan makan dan transportasi yang besarannya ditentukan oleh kebijakan masing-masing perusahaan. Tunjangan ini dihitung harian, jadi kalau ada hari libur, tanggal merah, dan hari-hari di mana karyawan cuti atau tak masuk karena sakit, maka akan dipotong sesuai besaran tunjangan hariannya.

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya