Kapolda DIY: Jangan biarkan anak keluyuran sampai malam hingga pagi

Posted at 2017-03-15 15:39:00 on ARTIKEL by Redaksi
Tagar

Merdeka.com - Maraknya kasus kekerasan jalanan dengan melibatkan pelajar di Kota Yogyakarta atau lazim disebut sebagai klitih mendapat perhatian serius dari Polda DIY. Sejumlah upaya dilakukan oleh pihak kepolisian untuk meredam kasus klitih (kejahatan jalanan).

Menurut Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, upaya preventif seperti menggelar razia maupun melakukan patroli rutin tiap malam sudah dilakukan. Selain itu, sambung Dofiri, pihak kepolisian juga telah menggandeng pihak sekolah maupun pemerintah untuk bersama-sama terlibat upaya memberantas klitih.

"Orang tua perlu memperhatikan anak-anaknya. Jangan biarkan anak-anak keluyuran sampai malam hari bahkan hingga dini hari," ungkap Dofiri saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (14/3).

Dofiri menambahkan bahwa selama ini, para pelajar yang tertangkap karena melakukan aksi kekerasan merupakan anak-anak yang jauh dari pengawasan orang tua.

"Rata-rata yang kami tangkap seperti pelaku kekerasan dan pembacokan di Jalan Kenari, Yogyakarta ini jauh dari orang tua. Bahkan ada yang berasal dari keluarga yang ayah dan ibunya sudah berpisah atau broken," tutur Dofiri.

Dofiri mengaku prihatin dengan para pelajar yang menjadi pelaku kekerasan. Mereka, lanjut Dofiri masih anak-anak, masih punya masa depan tetapi harus berurusan dengan polisi karena melakukan tindak kejahatan.

"Saya sebenarnya merasa kasihan dan prihatin melihat para pelaku yang masih anak-anak. Tetapi akan tetap kita tindak tegas agar menjadi efek jera dan aksi klitih tak terjadi lagi," ujar Dofiri.

Dofiri mengimbau kepada para orang tua untuk memerhatikan kegiatan anak-anaknya di luar rumah. Jangan sampai, para anak-anak ini lepas dari pengawasan orang dan menjadi pelaku kekerasan.

"Berikan anak-anak kasih sayang. Awasi mereka. Jangan biarkan mereka keluyuran sampai malam. Mereka masih usia sekolah, kalau main sampai malam bagaimana dengan sekolahnya. Jangan pula dibelikan sepeda motor. Mereka masih berusia di bawah umur. Belum waktunya mereka mengendarai sepeda motor dan keluyuran di jalan," tegas Dofiri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP bernama Ilham Bayu Fajar (15) tewas karena sebuah luka bacokan di dada sebelah kanan. Korban tewas dibacok saat berboncengan dengan kakaknya yang merupakan pelajar SMA. Kedua sedang dalam perjalanan usai bermain biliard. Ilham tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit Ludira Husada. Ilham menghembuskan nafas terakhir pada pukul 12.45 Wib.

Sebanyak tujuh orang pelaku sudah berhasil ditangkap oleh petugas Polresta Yogyakarta. Sebanyak lima orang pelaku berstatus pelajar ditingkat SMP dan SMA. Para pelajar ini juga masih berusia di bawah umur. [rhm]


Sumber : Merdeka

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya