13 Tanda Bos Kamu Bukan Atasan yang Baik

Posted at 2017-03-20 17:15:00 on PENGEMBANGAN DIRI by Redaksi

Apa yang membuat seorang karyawan bertahan di satu perusahaan hingga bertahun-tahun? Ternyata, gaji besar dan posisi strategis saja tak cukup. Banyak karyawan yang betah lama-lama kerja di satu perusahaan karena suasana kerjanya menyenangkan, punya banyak kolega yang seru, dan tentu saja bos yang suportif dan pengertian. Tapi bagaimana kalau bos kamu ternyata bukan orang yang menyenangkan? Terbukti, sejak jadi bawahannya, kamu merasa stres dan turun motivasi. Wah, bahaya tuh.

Berikut ini 10 tanda atasan kamu bukan seorang atasan yang baik. Jika sudah menemukan tanda-tandanya, cobalah berpikir mengenai tindakan terbaik supaya kinerjamu nggak terhambat ya.

1) Terlalu kepo

Bos kamu selalu pingin tahu, bukan hanya hal yang menyangkut pekerjaan, tapi juga masalah pribadi. Dia suka menanyakan hal-hal yang menyangkut privasi dan membuat bawahannya tidak nyaman.

2) Tidak bisa memberi contoh

Bos kamu menetapkan standar tertentu bagi semua bawahannya, namun dia sendiri tidak bisa mengikuti. Misalnya, semua staf wajib datang tepat waktu, tapi dia sendiri selalu terlambat.

3) Kompetitif tidak pada tempatnya

Dia seringkali merasa terancam dengan staf yang punya kemampuan lebih, dan takut tersaingi. Hal yang merugikan adalah jika dia mengabaikan prestasi bawahannya dan tidak membiarkan manajemen atas melihat kinerja staf yang lebih baik darinya tersebut.

4) Emosional

Dia sulit mengontrol emosinya, dan sering menegur atau memahari bawahan di depan banyak orang, tanpa melihat situasi.

5) Menuntut tanpa logika

Bos kamu sering meminta bawahan memenuhi deadline yang nyaris mustahil, atau melakukan pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga namun hasilnya tak sepadan. Dia sering memberi tumpukan pekerjaan tanpa melihat apakah bawahannya memiliki cukup kapasitas, tenaga dan waktu untuk melakukannya.

6) Memperbudak

Kalau atasan yang satu ini suka memperlakukan anak buah seenaknya, dan menyuruh tanpa melihat posisi dan deskripsi pekerjaan si anak buah. Misalnya, menyuruh membelikan makanan atau mengambil barang yang tertinggal di mobilnya.

7) Tidak profesional

Atasan yang satu ini nampaknya kurang paham sistem kerja di kantor, sehingga semua aturan dia langkahi. Misalnya, anak buah yang berbuat salah atau tak mampu memenuhi deadline langsung diberi SP tanpa pernah berdiskusi mengenai hambatan dan kesulitan yang dialaminya. Lebih parah lagi kalau dia langsung main pecat.

8) Tidak komunikatif

Atasan yang seperti ini bakal merepotkan, karena bawahannya tak tahu apa tepatnya keinginan dan harapan si atasan terhadap kinerja mereka. Bawahan selalu merasa salah, tidak bisa memberi hasil maksimal, dan si atasan jarang berkomunikasi dan berdiskusi mengenai bagaimana sesuatu seharusnya dilakukan, dan apa hasil yang diharapkan. Atasan yang satu ini seperti berharap punya anak buah cenayang yang bisa membaca apa yang dia pikirkan.

9) Malas mengapresiasi

Untuk menjaga motivasi stafnya tetap tinggi, sudah sewajarnya atasan mengapresiasi hasil kerja mereka, walaupun bentuknya hanya sebatas pujian.

10) Tidak percaya

Atasan yang satu ini sangat sulit mendelegasikan tugas karena meragukan kemampuan bawahannya. Dia juga sering di luar batas wajar mengecek keberadaan atau apa yang dikerjakan anak buah, karena tidak percaya dengan dedikasi atau kejujuran mereka. Dia juga tak bisa membiarkan stafnya mengambil keputusan, walau keputusan kecil sekalipun.

11) Diskriminatif

Dia adalah yang suka pilih kasih terhadap anak buah favoritnya, seperti hanya menyerahkan proyek penting kepada satu orang saja, mengapresiasi orang tersebut di depan umum, dan bersikap seolah-olah karyawan lainnya hanya pekerja kelas dua.

12) Seksis

Kalau yang ini biasanya pria, dan dia hanya menghargai pria sebagai karyawan. Pokoknya karyawan wanita seperti tak ada harganya, tidak cerdas, dan tidak bisa dipercaya mengerjakan proyek besar. Lebih parah lagi kalau dia suka melecehkan, baik verbal maupun fisik.

13) Tidak kompeten

Bos yang satu ini sangat merepotkan, karena dia sesungguhnya kurang begitu memahami proses kerja dan detail pekerjaan dari departemen atau tim yang dia pimpin. Tapi namanya atasan, maunya selalu dituruti walaupun anak buahnya tahu hasilnya tak akan bagus.

Bagaimana, bos kamu ada di salah satu poin di atas tidak?

 

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya