6 Langkah Menjadi Pengusaha untuk Kamu yang Berstatus Sebagai Mahasiswa

Posted at 2017-04-01 10:45:00 on SEPUTAR KAMPUS by Yudi Kobo
Foto : Entrepreneur

Tahu kan kalau Bill Gates, Mark Zuckerberg, Larry Page dan Sergey Brin adalah pengusaha sukses yang memulai karir mereka dikala masih menjadi seorang mahasiswa? Mereka berbagi lebih dari sekedar prestasi yang bisa kita tiru. Salah satunya yaitu memulai bisnis dikala masih muda dan membuat gebrakan baru di bidang teknologi.

Sekalipun ada catatan beberapa dari mereka tidak sempat menjadi Sarjana atau lulus S1, tapi mereka mampu membuktikan bahwa ketekunan dan ketelatenan mereka dalam menitih karir di bidang teknologi dan bisnis bisa berkembang. Dan saat ini sudah bukan hal yang asing lagi ketika seorang mahasiswa di berbagai perguruan tinggi menjadi seorang entrepreneur.

Mereka bukan hanya menjual dan mendapatkan uang jajan lebih, tapi mereka mau untuk membuat startup yang bahkan memberikan lapangan kerja baru bagi orang lain. Sulit memang memulai bisnis tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis ini dan itu. Tapi ketika keinginan mengalahkan ketakutan gagal, maka semuanya bisa dilewati.

1. Mengevaluasi keterampilan, pengetahuan dan tujuan bisnis diri sendiri

Sebelum memulai bisnis pastikan kamu tahu, ilmu apa yang sudah kamu kuasai di bidang ini. Keterampilan apa saja yang membuat kamu berani memulai bisnis ini, dan tujuan apa yang ingin kamu capai dari bisnis ini. Kamu harus tahu apa yang kamu inginkan dari mendirikan bisnis ini. Itu akan membuat kamu mudah menentukan kebutuhan apa saja yang harus kamu penuhi.

Bisnis memang tidak luput dari resiko, apalagi saat kamu memutuskan berbisnis di usia muda dengan ilmu dan pengalaman yang minim. Idealnya kita selalu ingin bekerja dan nyaman mencari uang di tempat yang sesuai dengan keinginan dan pengalaman kerja kita, tapi jangan pernah takut untuk berani keluar dari zona nyaman kita sendiri.
Tapi kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook “Resiko terbesar dari bisnis adalah saat kita tidak mengambil resiko apapun. Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, satu – satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil resiko”.

2. Menemukan ide bisnis yang cocok

Ide bisnis yang baik adalah ketika kita mampu mengidentifikasi kebutuhan dan kemudian memenuhi itu. Sekalipun bisnis yang kita mulai masih kecil, tapi ide bisnis harus tetap dibuat. Karena kita harus tahu apakah ide tersebut bekerja atau tidak, sekalipun tidak kita juga akan tahu bagaimana mengembangkan ide lainnya.

 

3. Melakukan riset pada pesaing kita

Bagaimana melakukan riset pasar dan mengetahui strategi pesaing kita?

Kita bisa mulai dengan melakukan riset secara online, dengan menggunakan keyword atau frase tentang bisnis, layanan atau produk kita di berbagai mesin pencari. Perusahaan dengan peringkat tertinggi akan memberikan kita ide yang baik. Begitu juga dengan siapa pesaing yang akan dan harus kita hadapi.

Baru setelah itu kita bisa melakukan riset di media – media cetak. Seperti iklan atau brosur yang disebarkan oleh berbagai bisnis di jalanan. Bagaimana mereka melakukan publikasi, kepada siapa saja mereka menyebarkan itu, dan bagaimana tampilan yang membuat orang banyak tertarik.

Dan untuk riset offline lainnya, kita bisa mulai hadir di berbagai acara seperti pameran dagang atau seminar bisnis yang diadakan oleh berbagai instansi. Dari situ kita bisa melihat – lihat produk atau layanan apa yang dilakukan oleh pesaing kita. Acara seperti ini mengambil peran penting untuk memperkenalkan produk – produk lokal kepada masyarakat luas.

Setelah itu baru kita coba mengevaluasinya.

  • Bagaimana mereka direspon oleh audiens di search engine Google, Yelp, Yell, Yahoo dan lain sebagainya?
  • Bagaimana mereka mempromosikan diri mereka sendiri? Apakah dengan mendaftarkan setiap materi pemasaran, seperti newsletter, update di media sosial atau blog mereka sendiri.
  • Jika memungkinkan lihatlah bagaimana mereka bekerja, seperti proses mereka berjualan atau melayani customer.
  • Kita juga harus mulai membiasakan melihat pesaing dengan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka, karena ini akan jelas membantu kita untuk proses selanjutnya.

4. Membuat rencana bisnis yang matang

Sebuah rencana yang sukses akan memperjelas ide kita, membantu menentukan tujuan jangka panjang dan memberikan blueprint untuk menjalankan bisnis kita. Seperti yang dikatakan oleh Jack Welch, Former CEO of General Electric “Pemimpin bisnis yang baik mampu menciptakan visi, mengartikulasikan visi, memiliki semangat tinggi untuk visi mereka dan tidak berhenti berusaha sampai semua tujuan tercapai”

Rencana bisnis kita harus mencakup:

  • Konsep bisnis: Latar belakang bisnis kita, struktur bisnis dan rincian produk atau jasa yang akan kita tawarkan.
  • Pasar dan pesaing: Rincian demografis pelanggan, produk atau jasa yang bersaing dari pesaing kita.
  • Sales and marketing: Pengembangan strategi mendefinisikan bagaimana kita membangun bisnis yang berbasis pelanggan.
  • Tim manajemen: Memberikan informasi tentang tanggungjawab masing – masing orang, dan keterampilan apa yang harus mereka miliki untuk bekerja di tempat kita.
  • Keuangan: Memiliki laporan keuangan yang realistis.
  • Penilaian resiko: apa kelemahan potensial yang dapat mempengaruhi keberhasilan usaha kita.

5. Carilah mentor untuk membantu kita

Memulai bisnis di usia muda dengan emosi dan ego yang tidak stabil, tentu saja kita membutuhkan panutan dan bimbingan dari orang yang sudah lebih berpengalaman dari kita. Kita bisa mencari nasihat dari orang – orang di industri yang sama dengan kita. Saat kita mencari mentor, kita bisa mencari mereka yang: sukses pada bisnisnya untuk kemudian kita tiru, atau mereka yang berpengalaman pada industri yang kita ingin masuki.

Dan kebanyakan saat ini berbagai universitas memiliki program untuk mengasah keterampilan mahasiswa mereka untuk menjadi entrepreneur. Kita akan mendapat banyak pelajaran atau pelatihan, tapi beberapa dari kita justru akan lebih nyaman dengan mentor yang kita temui sendiri.

6. Mendaftarkan bisnis sejak dini

Jika semua langkah di atas sudah kamu lakukan, selanjutnya adalah mendaftarkan segera bisnis kamu. Baik bisnis online ataupun bisnis offline. Jika kamu berkecimpung di dunia online, segera bangun merek bisnis kamu, ciptakan website toko online kamu, belilah domain yang sesuai dan segera lakukan promosi di berbagai media online yang kamu miliki. Lebih – lebih sekarang memiliki website juga bukan lagi hal yang sulit. Kamu tidak harus memiliki keahlian programming untuk menciptakan website toko online atau e-commerce bisnis kamu. Kamu bisa membeli paket toko online instan, yang sudah memberikan kamu website toko online, hosting untuk menyimpan data kamu dan domain untuk alamat website kamu.

Selain itu, kamu juga bisa mulai mendaftarkan hak paten merek kamu di lembaga yang terkait. Karena merek yang belum memiliki hak paten bisa saja diklaim oleh orang lain. Dan kamu tentu tidak ingin itu terjadi kan?

Sebenarnya ada banyak pilihan yang bisa kamu ambil sebelum memulai bisnis. Seperti kamu ingin berbisnis solo atau solopreneur, bergabung dengan beberapa perusahaan atau dengan program business partnership. Dan masing – masing dari ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Tergantung dari kita yang menjalankan.

Nah, itu tadi beberapa langkah yang bisa dipelajari dan dicoba oleh kamu yang ingin berbisnis tapi masih berstatus sebagai mahasiswa. Kamu bukan hanya bisa menambah uang jajan, tapi juga bisa membuat bangga orang tua. Tapi yang jelas kewajiban utama sebagai seorang Mahasiswa harus tetap dijalankan ya :)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya