Yuk, Intip Beda Kehidupan Pelajar di Jepang dan AS

Posted at 2017-04-05 20:00:00 on SEPUTAR KAMPUS by Yudi Kobo
Foto: Shutterstock
Tagar

Yuk, Intip Beda Kehidupan Pelajar di Jepang dan AS

Jepang dan Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang sama-sama difavoritkan pelajar internasional untuk menempuh studi. Meski begitu, pelajar dari kedua negara ini ternyata punya kebiasaan yang berbeda, lho!

Masih bingung pilih Jepang atau AS sebagai destinasi studi? Intip perbedaannya berikut ini, disitat dari Japan Today, Senin (3/4/2017).

1. Cara berpakaian

Di Jepang, semua siswa SMP sampai SMA mengenakan seragam sekolah. Baru setelah kuliah mereka bisa memakai pakaian bebas. Momen ini digunakan pelajar Jepang untuk membeli berbagai model pakaian dan aksesoris. Hal ini membuat gaya pakaian mahasiswa di sana unik dan modis.

Sedangkan di AS gaya berpakaian mahasiswa lebih mementingkan kenyamanan dan kepraktisan. Untuk itu, mereka memilih memadupadankan kaus atau kemeja dengan celana jeans. Terlalu banyak mengenakan aksesoris ke kampus justru dipandang aneh.

2. Ekstrakurikuler

Ada dua jenis ekstrakurikuler di Jepang, yakni "bu" yang berarti tim dan "sakuru" yakni lebih pada perkumpulan. Dalam perkumpulan, suasananya tidak terlalu serius. Contohnya, pada perkumpulan tenis, siswa akan berlatih dua sampai tiga kali seminggu, sisanya mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.

Di AS, ekstrakurikuler lebih condong sama dengan "bu" di Jepang. Setiap anggota klub dan tim olahraga wajib melakukan latihan setiap hari, dan berkomitmen terhadap ekstrakurikuler yang dipilih.

3. Tuntutan akademis

Untuk bisa masuk di kampus prestisius Jepang, seorang pelajar akan melewati seleksi yang ketat. Mereka akan belajar dengan keras untuk bisa lolos dalam ujian tersebut. Jika berhasil, jalan menuju universitas akan mudah. Ketika kuliah, para mahasiswa diminta untuk rajin masuk kelas. Tugas yang diberikan berupa laporan yang dikumpulkan di setiap semester.

Berbeda dengan di AS, tuntutan belajar sangat tinggi. Tugas laporan hampir ada setiap minggu. belum lagi harus membaca buku teks dan tugas lainnya. Mendekati masa ujian, perpustakaan akan penuh sampai sulit untuk mendapatkan bangku.

4. Kehidupan sosial

Banyak mahasiswa Jepang yang tinggal sendirian, dan sebagian besar memilih hunian apartemen. Cara ini sendiri menjadi salah satu kultur di Jepang, di mana ketika kuliah merupakan momentum bagi mahasiswa untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Mereka akan belajar memasak sendiri, membersihkan apartemen, sampai berhemat.

Sedangkan di AS, mahasiswa biasanya tinggal di asrama kampus. Mereka akan berbagi ruangan dengan rekannya. Hal ini tentu ada untung dan ruginya. Sebab, jika tidak mendapat teman kamar yang cocok, akan menimbulkan berbagai masalah. Sebaliknya, kamu juga bisa menjalin persahabatan dengan teman kamarmu itu.

5. Partisipasi di kelas

Pelajar di Jepang biasanya akan memberikan opini setelah dosen selesai bicara atau meminta untuk berpendapat. Para pelajar di Jepang sering memilih berdiskusi secara personal, menunggu sampai selesai kelas dan menemui dosen di ruangannya.

Di AS, pelajar selalu ingin berdiskusi dengan dosennya. Jika ada hal yang kurang dipahami, mereka akan langsung mengajukan pertanyaan. Tak jarang kelas diwarnai dengan perdebatan akan suatu topik tertentu.


Sumber : Okezone.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya