Mahasiswa Atasi Kemacetan dengan PDKT

Posted at 2017-04-10 17:00:00 on SEPUTAR KAMPUS by Redaksi
Foto : Shutterstock

Jakarta, seperti kota-kota besar lainnya di dunia, telah berjuang melawan macet selama beberapa dekade. Kemacetan seolah telah menjadi “nama tengah” bagi Ibukota. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada solusi yang terbukti ampuh mengatasi kemacetan yang semakin parah dari hari ke hari.

Beberapa mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) nampaknya punya sesuatu untuk ditawarkan. Solusi yang mereka tawarkan diujicoba di di Jalan Gajayana-Sumbersari, Kota Malang, Jawa Timur.

Teuku Zulfikar Ali Fahrezi, Renda Rezkita, Agnes Wiratamia Nugraha, dan Sayu Amalia Irwanto, empat mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 2016, Fakultas Teknik (FT), Universits Brawijaya, memiliki ide untuk  mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Ide mereka melahirkan sebuah konsep yang dinamai Prioritas, Demand, Kapasitas, dan Taktik (PDKT).

Seperti dilansir dari Okezone, Selasa, 4 April 2017, masing-masing singkatan merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan. “Prioritas” adalah komitmen untuk memprioritaskan kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi, karena jumlah kendaraan pribadi lebih banyak. Jika seperempat saja dari pengguna kendaraan pribadi beralih kepada kendaraan umum, tentu volume kendaraan di jalanan akan berkurang.

“Demand” adalah strategi untuk mengubah rute dari jalan-jalan yang jadi langganan macet ke jalan yang tidak terlalu padat. “Kapasitas” adalah strategi untuk membuat kapasitas jalanan seefektif mungkin untuk pengguna jalan, supaya arus lalu lintas tidak terhambat. Sedangkan “Taktik” adalah strategi dalam mengelola Prioritas, Demand, dan Kapasitas. Dengan demikian, jika berjalan lancar, sistem tersebut bisa meningkatkan efektivitas jalanan dan mengurai kemacetan.

Keempat mahasiswa yang menggagas sistem PDKT berharap, sistem manajemen ini bisa menjadi solusi yang bisa diandalkan untuk mengatasi kemacetan, khususnya di jalan-jalan kota di daerah studi mereka.

“Dengan manajemen yang baik kami berharap agar kemacetan di sekitar Gajayana-Sumbersari dapat mereda dan siapa tahu dengan penelitian lebih lanjut dapat mengatasi kemacetan di Malang maupun Indonesia,” kata Taufik yang akrab disapa Vicky, seperti dilansir dari laman resmi UB.

Menurut dia, kunci utama dalam sistem ini adalah “Taktik”, strategi dalam manajemen prioritas, demand, dan kapasitas sehingga dapat meningkatkan kinerja jalan raya dan persimpangan serta memberikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran bagi pengguna jalan di wilayah tersebut.

Untuk solusi yang ditawarkan, keempat mahasiswa tersebut berhasil menyabet juara kedua dalam ajang Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Rektor Cup 2017 kategori PKM-SOSHUM di kampus UB.


Sumber : Okezone.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya