Kenalkan Panas Bumi Di Lingkungan Kampus

Posted at 2017-04-25 18:00:00 on SEPUTAR KAMPUS by Yudi Kobo

EBTKE -- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) kembali melakukan kegiatan Geothermal Goes To Campus (GGTC) di awal tahun 2017 ini.
Kali ini, Universitas Padjajaran, Bandung yang mendapatkan giliran pertama disambangi kegiatan ini dengan mengusung tema "Link and Match".
Acara dibuka oleh Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak di Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjajaran, Bandung, Kamis, 09 Maret 2017.


Kegiatan yang diusung oleh Direktorat Panas Bumi ini bertujuan untuk memberikan informasi panas bumi mulai dari pengetahuan dasar hingga aplikasinya di dunia industri yang akan disampaikan oleh tenaga ahli yang bekerja di perusahaan pengembang panas bumi kepada mahasiswa yang sedang sedang berkuliah pada penjurusan panas bumi.

GGTC merupakan kegiatan yang sudah dilakukan sejak tahun 2012. Dalam road map kegiatan GGTC, tahun 2012 – 2016 dikategorikan sebagai awareness years, dimana pada periode tersebut Direktorat Panas Bumi memperkenalkan kegiatan ini kepada beberapa universitas yang memiliki mata kuliah yang berkaitan dengan panas bumi seperti Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas  Soedirman (Unsoed) dan Universitas Cendana Kupang.

Tahun 2017 – 2019 adalah tahun Link and Match. Sementara tahun 2019 – 2025 merupakan periode Building Competence Human Resources.

GGTC UNPAD kali ini diisi oleh 4 pemateri yang berasal dari Direktorat Panas Bumi dan badan usaha panas bumi, dengan susunan; Geothermal System oleh Yustin Kamah dari Pertamina UTC, Geothermal Geophysics oleh Riki Irfan dari CGI, Reservoir Geothermal oleh Mulyadi dari Star Energy dan Sistem Manajemen K3 oleh Bintara dari Direktorat Panas Bumi.

Kegiatan diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari Fakultas Teknik Geologi dan Jurusan Geofisika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Rabu,  12 April Universitas Hasanuddin-Gowa Masih dengan tema yang sama dengan GGTC pertama di Universitas Padjadjaran, Bandung, yaitu Link and Match Berbeda dengan GGTC pertama, kali ini Ditjen EBTKE menghadirkan pembicara ekspatriat dari PT Thermocem yaitu Elisabeth Easley yang menyampaikan materi Geothermal Sampling-Chemistry. Mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) merupakan salah satu komitmen penting yang harus dijalankan oleh perusahaan sektor panas bumi di Indonesia. TKA tidak hanya melakukan transfer knowledge kepada TKI pendamping di perusahaan tersebut namun juga harus membagi ilmu pengetahuan dan kemampuannya kepada mahasiswa.

emateri lain pada GGTC ke-2 adalah yaitu Mamay Surmayadi dari Badan Geologi dengan materi Geothermal System, Hadi Permana dari PT Halliburton Logging Service Indonesia dengan materi Geothermal Drilling dan Manda Wijaya Kusumah dari PT Pertamina Geothermal Energy dengan materi Geothermal Power Plant.

Pada kesempatan kali ini pun dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen EBTKE dengan Fakultas Teknik UNHAS yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik UNHAS, Wahyu H. Piarah dan Direktur Panas Bumi, Yunus Saefulhak yang diwakilkan oleh Kasubdit Investasi dan Kerjasama, Bintara. Perjanjian Kerja Sama yang berlaku selama 2 tahun ini mengatur mengenai pelaksanaan guest lecture di UNHAS.

Selasa, 18 April 2017 giliran  Universitas Dipenogoro, Semarang, Jawa Tengah. Tema utama yang diangkat antara lain Pengenalan dan Prinsip-prinsip Konservasi Energi, Manajemen Energi ISO 500001, Audit energi dan Peluang serta Profesi terkait Konservasi Energi, dan Best Practice Penerapan Konservasi Energi dari PT Phapros, Tbk.

Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah untuk mensosialisasikan konservasi energi kepada para mahasiswa sebagai agen perubahan sehingga diharapkan dapat menerapkan perilaku konservasi energi, khususnya mahasiswa Fakultas Teknik.

"Kami berharap para peserta dapat mengenal serta memahami pentingnya konservasi energi serta dapat menerapkannya tidak saja dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga kelak saaat memasuki dunia kerja", kata Direktur Konservasi Energi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kasubdit Pengawasan Konservasi Energi.

Konservasi Energi sendiri merupakan salah satu kebijakan utama Pemerintah untuk melaksanakan Kebijakan Energi Nasional. Kebijakan Konservasi Energi di sisi penggunaan adalah upaya terpadu dan sistematis untuk melestarikan sumber daya energi dan meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.

Program konservasi energi yang telah dilakukan Pemerintah antara lain Penerapan Manajemen Energi, Manajer dan Auditor Energi, Standar dan Label, Program Kemitraan/Audit Energi dan Investment Grade Audit, beberapa pilot project seperti implementasi Penerangan Jalan Umum (PJU) Hemat Energi, Green Chiller dan pemanfaatan refrigerang Hidrokarbon di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Geudng Pertamina, PT Phapros, dan Universitas Indonesia, serta kegiatan peningkatan kesadaran publik. 

Melalui Konservasi Energi Goes to Campus, mahasiswa sebagai generasi penerus dapat terdorong untuk melakukan langkah-langkah konservasi energi, mulai dari hal-hal kecil yang memberikan dampak, seperti perubahan perilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari serta langkah-langkah konservasi energi di sektor industri nantinya.

 


Sumber : Ebtke.esdm.go.id

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya