‘Gembok Cinta’ Paris Dilelang, Hasilkan Uang Milyaran untuk Bantuan Imigran

Posted at 2017-05-17 15:00:00 on ARTIKEL by Redaksi
Foto : shutterstock / pisaphotography

Sebuah lelang amal yang menjual "gembok cinta" (love locks) dari jembatan cinta yang terkenal di Paris digelar untuk mengumpulkan uang bagi para pengungsi, Sabtu, 13 Mei lalu. Lelang tersebut telah menghasilkan uang lebih dari $270.000 (sekitar Rp35 milyar), meskipun gelaran lelang tersebut sempat diprotes oleh kaum nasionalis yang sayap-kanan.

Seperti kita ketahui, selama bertahun-tahun, para wisatawan yang datang ke Paris telah menuliskan inisial mereka di gembok dan mengaitkan mereka ke pagar jembatan—yang paling terkenal adalah Pont des Arts di dekat Louvre—lalu melemparkan kuncinya ke Sungai Seine untuk mengungkapkan rasa cinta dan harapan agar hubungan mereka langgeng dengan pasangan.

Namun para pejabat kota Paris kemudian menghentikan praktik tersebut dan mulai melepaskan kunci pada tahun 2015, setelah salah satu bagian Pont des Arts runtuh akibat menahan berat ribuan kunci.

Ratusan orang ikut berpartisipasi dalam pelelangan di Credit Municipal de Paris di mana 150 tandan gembok—yang dipasang pada display kayu atau batu paving yang telah didaur ulang ulang, atau tergantung dari stik akrilik—dilelang.

Lima belas bagian dari pagar asli Pont des Arts yang dipasang di atas kayu juga dilelang.

Sebagian besar dari jumlah tersebut diperkirakan bernilai masing-masing 150 sampai 200 euro ($165 - $220), namun satu set gembok yang terpasang pada replika Menara Eiffel—yang dipasang di atas paving batu daur ulang yang disebut "French Lover"—dijual seharga 2.400 euro.

Display lain dengan 22 gembok laku seharga 1.200 euro, sedangkan satu display dengan 17 gembok laku 1.000 euro (sekitar Rp35 jutaan).

Tapi potongan paling mahal, yakni bagian pagar Pont des Arts yang beratnya 470 kilogram, laku terjual seharga 17.000 euro (sekitar Rp249 jutaan).

Bagian jembatan lainnya mencapai antara 3.500 sampai 12.000 euro.

Lelang tersebut menghasilkan total 249.610 euro, yang akan diserahkan ke tiga organisasi yang mengurus para pengungsi, yakno Solipam, Salvation Army dan Emaus Solidarite. Ketiganya membantu mengakomodir imigran yang mencari perlindungan di Paris.

Turis Amerika Francy Blackwood, yang sedang berlibur di Paris bersama suaminya, mengatakan ingin membeli  "sepotong Paris" dalam acara lelang tersebut.

“Kami memasang kunci kami sendiri di jembatan enam tahun yang lalu, bukan di sini, tapi ini adalah tradisi yang hebat sehingga kami bisa membawanya ke rumah bersama kami,” katanya.

Paris Gaelle Salaun mengeluarkan 520 euro untuk satu set kunci yang tertera nama Spanyol di atasnya. “Saya menyukai itu, tapi saya juga berpartisipasi dalam pelelangan untuk para pengungsi,” katanya.

Namun sekitar selusin orang dari kelompok pemuda sayap kanan Perancis Generasi Identitaire menyela acara tersebut sebagai protes, meneriakkan "Generasi Identitaire" dan "Uang (harusnya disalurkan) ke Paris, bukan untuk pengungsi ilegal".

Mereka meluncurkan spanduk dengan slogan yang sama sebelum dipaksa bubar.

Protes tersebut tidak menghalangi Jerome Mellerio dan istrinya membeli empat lot gembok. “(Fakta bahwa) mereka akan menyumbangkan hasilnya bagi masyarakat sipil menyentuh kami,” katanya.

James Velaise menghabiskan 11.000 euro untuk membeli satu bagian jembatan, yang menurutnya akan dipajang “di sebuah taman di sebuah peternakan di (wilayah selatan) Aveyron.”

Tradisi para pasangan suami istri dan kekasih yang memasang kunci jembatan kota pada awalnya terlihat relatif tidak berbahaya, namun menjadi ancaman setelah insiden Pont des Arts pada tahun 2014.

Banyaknya gembok berkarat yang terikat di pagar juga lama-kelamaan cukup merusak pemandangan bagi banyak warga kota dan turis.

Kota ini mulai mencopot gembok-gembok pada tahun 2015, dan mengganti pagar logam di Pont des Arts dengan panel kaca akrilik untuk menangkal adanya gembok-gembok tambahan.

Direktur umum Emaus Solidarit, Bruno Morel, merasa kagum dengan aksi kemanusiaan yang berhasil mengumpulkan dana cukup besar itu. Morel mengatakan, organisasinya akan menggunakan uang itu untuk membangun area bermain anak-anak di pusat komunitas pengungsi di pinggiran selatan kota Ivry-sur-Seine.


Sumber : Msn.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya