7 Kebiasaan Makan di Bulan Puasa yang Membuat Tubuh Melar dan Tak Sehat

Posted at 2017-05-27 17:00:00 on PENGEMBANGAN DIRI by Redaksi
Foto : Shutterstock

Selain menahan rasa lapar dan haus, puasa memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya adalah untuk memperbaiki kinerja sistem pencernaan tubuh kita. Namun, kebiasaan makan yang buruk di bulan puasa, serta kesalahan dalam memilih makanan saat berbuka puasa dan sahur, bisa mengejar manfaat ini dan membawa efek sebaliknya.

Makan junk food saat berbuka puasa dan sahur

Memiliki sumber energi yang cukup selama hari puasa adalah kebutuhan mutlak. Namun, banyak orang memilih mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung sirup fruktosa tinggi, MSG (untuk penyedap rasa), kelebihan sodium, dan minyak yang bisa membawa masalah seperti penyakit jantung, kolesterol, dan lemak tak diinginkan.

Sebenarnya, ada banyak pilihan makanan sehat, yang sangat bagus untuk berbuka puasa. Namun, orang Indonesia memiliki kebiasaan untuk berbuka puasa bersama di restoran makanan cepat saji, yang ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Makanan sampah (junk food), seperti keripik, mie instan, makanan yang digoreng, dan makanan bergizi lainnya tidak akan menambah kebutuhan nutrisi Kalian. Kalian tidak akan memiliki cukup energi untuk berpuasa karena apa yang Kalian makan tidak mengandung banyak nilai gizi. Sebaliknya, saat Kalian mengonsumsi makanan kaya nutrisi, Kalian akan merasa lebih kenyang, jadi Kalian tidak perlu mengunyah porsi besar dalam waktu selama berbuka puasa dan sahur.

Berbuka puasa dengan makanan berminyak atau tinggi gula

Gorengan yang kerap menjadi menu buka puasa mengandung kadar minyak tinggi yang akan sulit dicerna, terutama saat kalian mengonsumsi makanan tersebut pada awal puasa. Makanan yang mengandung banyak gula juga bisa berbahaya bagi tubuh kita. Solusinya, gunakan pemanis alami seperti madu atau gula tebu atau makan buah-seperti kurma-untuk mengganti makanan manis atau minuman. Makanan manis akan dicerna lebih cepat, dan itu akan membuat kalian merasa cepat lapar.

Makan terlalu banyak karbohidrat selama sahur

Karbohidrat akan berubah menjadi gula dan akan menyebabkan reaksi dalam tubuh segera setelah Kalian selesai makan. Mengandalkan makanan olahan karbohidrat untuk sumber energi, terutama saat berpuasa, bisa menyebabkan lonjakan insulin dan penambahan berat badan, serta sensasi terbakar di perut.

Dr Ravi Arora, seorang ahli diabetes di NMC Abu Dhabi, mengatakan bahwa puasa yang berkepanjangan dapat menyebabkan keasaman di perut dan kondisinya dapat diperparah dengan mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat selama sahur dan berbuka puasa, sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan juga gastritis. .

Mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat selama sahur juga akan menyebabkan keinginan gula, juga meningkatkan rasa lapar di sore hari yang akan membawa kalian ke makan berlebihan selama berbuka puasa.

Saat mengonsumsi karbohidrat, akan lebih baik menyeimbangkannya dengan protein. Ambil protein seperti ayam, ikan, udang, daging, dan keju akan membantu tubuh Kalian agar tidak mendapatkan bobot tambahan, jadi di akhir bulan Ramadhan agar Kalian bisa makan dengan nyaman saat Idul Fitri.

Mengkonsumsi minuman berkafein saat sahur dan berbuka puasa

Minum teh atau kopi saat makan akan mengakibatkan dehidrasi dan akan cepat menyebabkan kelaparan. Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi juga bisa menyebabkan sakit kepala. Alih-alih kopi atau teh, lebih baik memiliki asupan air yang baik selama sahur dan iftar untuk mengurangi dehidrasi. Namun, minum air terlalu banyak sekaligus juga tidak baik, karena akan mengencerkan asam lambung, menyebabkan kembung dan mengganggu pencernaan. Konsumsi air putih secara bertahap di antara waktu sahur dan buka puasa.

Langsung tidur setelah sahur

Tidur setelah makan sahur besar akan menyebabkan berbagai masalah pencernaan karena tubuh Kalian harus bekerja keras untuk mencerna makanan saat berada dalam mode istirahat. Bahkan jika kalian tidak benar-benar tidur, —hanya berbaring di kasur atau sofa setelah makan, misalnya— bisa memicu gejala maag karena asam lambung yang berlebihan. Ini akan membangkitkan sensasi terbakar yang tidak nyaman di dada, sampai ke tenggorokan.

Kondisi kesehatan lainnya, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) —juga dikenal sebagai acid reflux stomach— dapat terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak sepenuhnya tertutup, membuat asam lambung dari perut naik ke tenggorokan.

Melewatkan makanan sahur

Menurut ahli gizi Rashi Chowdhary, terlepas dari hal-hal yang harus dihindari selama puasa seperti makanan gorengan, terlalu banyak gula, dan kafein yang berlebihan, ada satu kebiasaan negatif yang akan sangat mempengaruhi tubuh kita: melewatkan makanan sahur. Makanan Sahur akan memberi energi tubuh kalian sepanjang sisa hari. Melewatkan makanan juga bisa menyebabkan dehidrasi, bau mulut, dan masalah pencernaan. Makanan yang masuk saat fajar akan membantu tubuh Kalian mendapatkan nutrisi selama beberapa jam berikutnya, dan ini lebih penting daripada yang kalian bayangkan.

Makan terlalu banyak saat berbuka puasa

Rumah sakit Burjeel di Abu Dhabi menampung sebanyak 50 pasien per hari selama bulan Ramadhan, dan sebagian besar pasien ini mengeluhkan diare, muntah, sakit perut akut, dan sakit maag. Dr. Magdi Mohamed, spesialis pengobatan darurat di Burjeel menjelaskan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh terlalu banyak makan karbohidrat saat buka puasa. Bila sudah saatnya berbuka puasa, berhati-hatilah dalam memilih makanan. Sebaiknya tidak makan terlalu banyak nasi hanya karena lapar.


Sumber : Hellosehat.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya