Haruskah Kemerdekaan Selalu Dirayakan?

Posted at 2017-08-04 14:00:00 on ARTIKEL by Redaksi
Foto : Shutterstock

Mungkin hanya orang-orang yang pernah merasakan betapa tak enaknya dijajah, dan menempati posisi sebagai yang terjajah, yang bisa benar-benar merasakan nikmatnya jadi orang dan bangsa yang merdeka. Bangsa Indonesia seharusnya memahami hal itu. Bagaimana tidak, setelah selama 350 tahun berada di bawah kekuasaan bangsa lain, Indonesia akhirnya bisa memperoleh kemerdekaannya, menentukan nasibnya sendiri.

Pertanyaannya (yang mungkin kedengaran klise), siapkah Bangsa Indonesia merdeka? Siapkah kita untuk merdeka?

Benarkah merdeka berarti bebas?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “merdeka” artinya bebas dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya. Merdeka juga berarti tidak terikat, tidak bergantung kepada orang lain, tidak terjajah lagi, dan bebas berbuat sekehendaknya.

Kalau mengacu kepada KBBI, nampaknya “kemerdekaan” adalah sesuatu yang utopis. Mana mungkin kita bebas dari penghambaan, selama masih berstatus sebagai umat beragama? Mana mungkin kita bebas dari keterikatan, selama masih menjadi warga negara, bagian dari civitas akademika, atau bagian dari instansi/organisasi tempat kita bekerja? Selamanya selalu ada peraturan untuk dipatuhi, dan norma-norma untuk dianut.

Namun hal itu tak mengubah status kita sebagai bangsa yang merdeka bukan? Juga tak mengubah status serta hak-hak kita sebagai individu yang merdeka. Karena kemerdekaan bukan semata-mata berarti “bebas dari belenggu penjajahan.”

Bangsa dan individu yang merdeka berhak menentukan aturan dan cara hidupnya sendiri. Ia juga memiliki martabat dan harga diri yang setara dengan bangsa manapun, siapapun di seluruh dunia. Memiliki kemerdekaan berarti kita mempunyai kesempatan untuk mensejahterakan dan membahagiakan diri sendiri dengan pilihan-pilihan yang kita ambil, tanpa ada paksaan dari pihak lain. Tapi tentu saja, kemerdekaan berarti juga kesediaan untuk bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil.

Perlukah kemerdekaan dirayakan?

Banyak orang yang tidak sadar bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang besar. Bayangkan jika kalian tidak bisa menentukan jalan hidup kalian sendiri, dan harus membiarkan orang lain melakukannya? Bayangkan jika kalian dipaksa untuk mengambil jurusan yang benar-benar tidak kalian inginkan, lalu bekerja di bidang yang tidak kalian sukai seumur hidup? Bayangkan jika kalian tidak bisa bebas beribadah menurut agama kalian, karena dilarang dan diancam oleh pihak-pihak tertentu? Mengerikan bukan?

Itulah yang bisa saja terjadi kalau kalian tidak merdeka. Kalau Indonesia bukan negara yang merdeka dan berdaulat.

Kebebasan adalah nikmat dan rahmat dari Tuhan yang maha esa. Para pendahulu kita telah berkorban nyawa, meneteskan darah, keringat, dan air mata agar kita bisa hidup seperti sekarang ini. Bisa menikmati rasanya jadi orang bebas. Mereka tak seberuntung kita.

Lalu masihkah kita bertanya, mengapa kemerdekaan harus disyukuri dan dirayakan?

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya