Strategi Melamar Magang di Perusahaan Silicon Valley

Posted at 2017-08-08 09:16:00 on PENGEMBANGAN DIRI by Yudi Kobo
Tanda dekat kantor Facebook di Menlo Park. Foto via Shutterstock

Kalian menemukan lowongan kerja atau magang yang sangat menggiurkan, di salah satu startup keren—atau mungkin raksasa teknologi—di Silicon Valley. Lalu apa yang harus dilakukan?

Menurut Veni Johanna, mentor bagi mahasiswa Indonesia yang ingin bekerja di Silicon Valley—dan sudah tinggal di sana sejak 2010—ada beberapa strategi yang bisa diterapkan ketika melamar kerja/magang di sana.

Strategi Melamar Kerja/Magang di Silicon Valley

Lamar sedini mungkin

Rekrutmen magang di Silicon Valley ada waktu-waktunya. Pembukaan lowongan, menurut Veni, dimulai dan berakhir cukup awal—bisa dimulai pada bulan September tahun sebelumnya, dan pada saat bulan Januari, sebagian besar lowongan sudah akan terisi. Jadi kalau kalian melamar pada bulan Februari, atau lebih lambat dari itu, bakalan lebih susah mendapat pekerjaan karena sebagian besar posisi sudah terisi.

Referensi itu penting

Disarankan untuk melengkapi resume/CV dengan referensi agar profil kalian lebih meyakinkan bagi perusahaan yang kalian ingin masuki. Mintalah referensi dari orang-orang yang bisa memberi kata-kata positif tentang kalian, seperti dosen dan atasan (atau mantan atasan). Pastikan kalian berhubungan baik dengan mereka, jadi kalau perlu minta referensi nggak perlu merasa nggak enak.

Ikut kompetisi HackerRank

Kalian bisa bergabung dengan lebih dari dua juta developer lainnya untuk memecahkan tantangan kode di HackerRank. Kompetisi ini dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan wawancara kerja pemrograman. Kalau hasilnya bagus, kalian punya kesempatan besar untuk dipanggil wawancara.

Hati-hati dengan cover letter

Surat lamaran bisa sedikit membantu kalian membidik pekerjaan impian, tapi bisa juga bisa menjadi bumerang. Kalau kalian mau mengirim cover letter, mintalah bantuan kepada orang yang punya kemampuan bahasa Inggris baik untuk mengoreksinya. Mungkin kalian bisa minta tolong kepada native speaker?

Lakukan extra miles

Kalau perusahaan yang kalian incar mengadakan tantangan pemrograman seperti yang kita lihat di Quora, kalian sebaiknya ikutan. Kalau kalian bisa berhasil dengan baik, resume kalian akan mendapatkan lebih banyak perhatian.

Sangat penting untuk diperhatikan…

Lamar ke sebanyak mungkin perusahaan. Menurut Veni, banyak mahasiswa Indonesia yang pernah dia bimbing hanya melamar ke perusahaan terkenal seperti Facebook dan Google. Itu sama saja dengan mengetes keberuntungan kalian. Karena ketatnya persaingain, dibutuhkan banyak keberuntungan untuk lolos dalam rekrutmen internship (khususnya jika kalian baru pertama kali mencoba, mahasiswa luar negeri, dan masih junior).

Saat pertama kali melamar kerja di Silicon Valley, Veni telah melakukan wawancara dengan lebih dari 80 perusahaan di tahun pertamanya, dan menyarankan mahasiswa-mahasiswa yang dibimbingnya untuk melamar ke lebih dari 10 perusahaan. Lebih baik menjalankan terlalu banyak wawancara dibandingkan terlalu sedikit. Jangan batasi diri kalian—rekrutmen magang pertama kalian bukanlah saatnya untuk terlalu pilih-pilih atau terlalu sombong.

Jika kalian mahasiswa tingkat satu atau dua, ada perusahaan yang memiliki program khusus mahasiswa baru atau tingkat dua, yang mungkin lebih mudah untuk digapai. Beberapa di antaranya adalah Facebook U, Google Engineering Practicum, dan Explore Microsoft Internship.

Menurut Veni, beberapa perusahaan Silicon Valley yang menerima pemagang asing di antaranya: Facebook, Google, Pinterest, Dropbox, Quora, Palantir, Addepar, Coursera, Twitter, Mozilla, imo.im, Square, PocketGems, dan masih banyak lagi. Umumnya, perusahaan besar cenderung menerima pemagan internasional, karena mereka punya lebih banyak lowongan untuk magang.

Baca juga, tips membuat CV supaya dipanggil wawancara di Silicon Valley.


Sumber : Quora.com

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya