Generasi Penerus Terinjak Problematika Indonesia

Posted at 2017-09-06 13:00:00 on OPINI by Redaksi
foto : medyk99.blogspot.com

Kekuatan terbesar suatu negara terletak pada pemudanya, jika pemuda tidak mau bertindak memperbaiki negaranya maka hancurlah sudah suatu negara tersebut. Jika dulu saat masa penjajahan, pemuda berjuang melawan negara asing namun sekarang pemuda harus berjuang melawan negaranya sendiri. Para pemuda harus berjuang mati-matian untuk memperjuangkan Indonesia agar tidak hancur. Setiap aspek perjuangan dalam memperbaiki Indonesia selalu ditujukan kepada pemuda,

Namun bagaimana tanggapan pemuda saat ini?
Saya sebagai salah satu dari pemuda Indonesia merasa terbebani dengan keadaan Indonesia yang sekarang ini. Memang dalam urusan memperbaiki suatu negara ini, pemuda lah yang harus berbaris di barisan paling depan. Membusungkan dada melawan krisis moral, politik, ekonomi, dan nasionalisme. Namun, mari kita lihat keadaan generasi penerus sekarang. Apakah sudah semuanya menyadari bahwa kita lah yang harus berjuang untuk keutuhan negara ini ? Mengapa kita masih bersantai-santai seperti sekarang bahkan tidak segan-segan memperburuk keadaan tanah air dengan aksi pengerusakan diri sendiri dengan narkoba, miras, peer group, dan seks bebas.

Lalu bagaimana cara agar Indonesia terselamatkan ?
Jawabannya yaitu dengan merubah diri kita. Menyelamatkan Indonesia bukan hanya tanggung jawab para pemuda namun juga merupakan tanggung jawab semua golongan. Tidak hanya membenahi diri sendiri saja, namun kita juga harus melihat sekeliling kita. Marilah untuk membenahi problematika di sekitar kita. Lakukan sebuah aksi nyata yang mana akan menyelamatkan Indonesia kedepannya. Sekarang mari kita lihat sekeliling kita. Salah satu problematika yang dihadapi Indonesia adalah krisis generasi penerus, dimana sekarang calon generasi penerus menjadi rusak moralnya karena ulah pihak-pihak perusak moral. Contoh dari penyebab krisis generasi penerus yaitu kekerasan pada anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, dan seksual, tontonan-tontonan yang tidak layak pada jam anak,serta kurangnya pendidikan yang memadai di berbagai sudut Indonesia. Mari kita bahas permasalahan krisis generasi penerus yang terjadi di Indonesia.

Yang pertama generasi penerus yang berusia di atas lima belas tahun sudah banyak yang terkikis dan menghilang dari barisan untuk membenahi Indonesia karena perusakan diri dengan narkoba, miras, kriminalitas, dan juga seks bebas. Jika mereka sudah merusak diri mereka sendiri, bagaimana mereka akan membenahi Indonesia, justru mereka adalah perusak bangsa. Di usia mereka yang masih begitu rawan seharusnya mereka menjaga iman dan ketahanan diri dari godaan-godaan perusakan diri. Namun dalam kenyataan justru sebaliknya, mereka justru mengikuti aliran perusak tersebut..

Yang kedua yaitu kader-kader generasi penerus yang berusia lima belas tahun kebawah. Keadaan mereka juga cukup membuat kita mengelus dada. Dimana banyak dari mereka yang harus mendapatkan perlakuan yang tidak layak dari berbagai sudut. Banyak kasus kekerasan yang terjadi dan kasus tersebut banyak terjadi pada anak-anak kecil. Yang mana, seharusnya mereka mendapatkan hak kelayakan di masa kecil mereka, karena di masa kanak-kanak kondisi psikis akan sangat berpengaruh di masa mereka yang akan datang.

Menurut psikologi anak, segala bentuk kekerasan yang terjadi pada seorang anak akan berimbas pada saat mereka dewasa. Dengan tergoresnya psikis mereka sejak kecil, maka tidak heran pada saat mereka dewasa kemungkinan besar mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang terjadi pada mereka sewaktu kecil kepada orang lain. Jika banyak psikis calon penerus bangsa yang mengalami cidera, maka saat mereka dewasa, mereka tidak bisa ikut dalam menyelamatkan Indonesia. Namun jika melihat kenyataan yang sekarang, sudah banyak yang menjadi korban dari kasus-kasus ini, bagaimana cara kita untuk menambah personil generasi muda.

Kasus kedua adalah tontonan-tontonan yang tidak layak ditayangkan di jam anak. Mari kita lihat acara-acara tv di jaman sekarang, dari pagi sampai malam hanya ada tontonan-tontonan orang dewasa seperti FTV, sinetron, acara gosip, dan lain-lainnya yang tidak layak ditontonkan

kepada anak-anak. Namun kurangnya pengawasan dari orang tua dan pihak yang bersangkutan dalam menanyangkan hal-hal tersebut, maka anak-anak akan menonton acara -  acara orang dewasa tersebut. Tidak sedikit yang juga meniru adegan-adegan dari film-film tersebut. Sudah banyak anak-anak yang menjadi korban dari adegan-adegan ekstrim yang dilakukan di dalam acara-acara yang ditayangkan tersebut. Tidak hanya itu, bahkan anak-anak dijaman sekarang lebih menghafal lagu-lagu soundtrack dalam acara tersebut dibandingkan dengan lagu anak-anak maupun lagu-lagu nasional. Jadi dapat disimpulkan bahwa tayangan - tayangan tadi sudah banyak mempengaruhi sistem pikiran dari anak-anak yang notabendenya adalah sebagai seorang peniru. Maka dari itu perlulah pengawasan ketat daripihak orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan orangtua.

Kasus ketiga yaitu pendidikan yang belum menyeluruh di berbagai sudut Indonesia. Pendidikan adalah faktor yang sangat penting di dalam aspek kehidupan, karena pendidikan mengarahkan pola pikir seseorang ke suatu titik terang yang bisa memperbaiki kehidupan. Pendidikan harus diterapkan sejak kita lahir, karena sejak lahir pun kita harus sudah harus mencerna sebuah ilmu walaupun belum bisa diterapkan pada kehidupan karena kita masih belum bisa apa-apa.

Namun tidak semua lapisan masyarakat bisa Dari semua uraian di atas bisa kita simpulkan bahwa generasi penerus penyelamat bangsa memang sedang terinjak oleh kemajuan jaman dan demoralisasi yang ada di Indonesia. Kami generasi muda

kekurangan personil dalam barisan, karena masih banyak calon generasi penerus yang belum mendapatkan perlakuan yang layak dari berbagai aspek kehidupan. Maka dari itu kita harus melakukan aksi nyata, kita bisa membantu untuk memberikan bantuan dengan cara merangkul korban-korban kekerasan dan selalu memotifasi mereka untuk tetap menatap kedepan dan membantu melupakan bekas luka dalam psikis mereka. Kita juga bisa mengawasi adik-adik kita dan memberi tahu anak-anak yang lain mana tontonan yang layak untuk mereka tonton. Serta kita bisa menyumbangkan buku-buku lama yang masih bisa terpakai untuk daerah-daerah yang masih belum terjamah pendidikan. Dengan adanya beberapa buku, dan mereka bisa membacanya maka sedikit demi sedikit mereka akan berilmu. Dengan langkah kecil kita sebagai penerus bangsa maka kita akan mengubah dan menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.

Oleh karena itu mari kita sebagai barisan paling depan penyelamat Indonesia dari kehancuran melakukan langkah untuk mengubah diri kita dan orang-orang disekitar kita ke arah yang lebih baik. Memang untuk mengubah suatu hal tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun jika kita ingin berhasil maka kita harus berani meninggalkan titik ternyaman kita untuk bangkit dan mengubah hal buruk menuju ke arah yang baik. Dengan keberanian, tekad yang kuat, dan diiringi do’a untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, maka sedikit demi sedikit kita sebagai generasi penerus akan terbebas dari terinjaknya kita oleh problematika Indonesia.

Linda Rahmawati, Manajemen 2016

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya