Kamu Suka Minum Teh? Ini Dia Beberapa Teh yang Difavoritkan di Indonesia

Posted at 2017-09-18 14:52:00 on ARTIKEL by Redaksi
Teh oolong (Photo via Shutterstock)

Kebiasaan minum teh di sore hari, atau menikmati high tea, memang sangat erat dikaitkan dengan keluarga kerajaan Inggris—atau orang Inggris pada umumnya. Ya, teh adalah minuman yang sangat populer di Indonesia, dengan tradisi minum teh yang sudah berakar di negeri ini: mulai dari teh tubruk, teh susu, teh dingin dalam kemasan, hingga teh modern yang diperkaya dengan aneka herbal atau perasa.

Bagaimana teh bisa menjadi minuman yang sangat digemari oleh orang Indonesia?

Indonesia dengan alam dan tanahnya yang subur, merupakan negara agraris yang bisa ditumbuhi banyak jenis herba dan tanaman. Geografi Indonesia sebagai negara tropis, membuat Indonesia memiliki suhu dan kelembaban konstan di dataran tinggi yang sangat ideal bagi beberapa tanaman untuk tumbuh dengan baik. Salah satu dari semua tanaman tersebut adalah teh.

Sekitar tahun 1686, ketika Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda, seorang ilmuwan bernama Dr. Andreas Cleyer yang membawa dan menanam pohon teh ke Indonesia. Kemudian pada tahun 1782, pemerintah Belanda memulai perkebunan teh di Jawa. Semua pohon diimpor dari China. Sejak itulah, tradisi minum teh mulai menyebar.

Tanaman teh memang berasal dari China. Namun, meski tanaman teh tidak berasal dari Indonesia, Indonesia telah menjadi penghasil teh terbesar keempat di dunia pada tahun 2104. Saat ini, negeri kita merupakan produsen teh ketujuh terbesar di dunia.

Seperti yang kita semua tahu, teh adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Nggak berlebihan kalau kita mengatakan, semua orang Indonesia tentu pernah minum the, dan banyak orang di dunia juga sudah mencicipi teh dari Indonesia. Apalagi, teh dari Indonesia sudah diekspor sejak abad ke-19. Teh Indonesia juga dikenal sebagai teh premium dengan zat katekin (antioksidan alami) tertinggi di dunia.

Orang Indonesia suka minum teh hitam, teh hijau, teh vanila dan teh melati. Biasanya, kita menambahkan gula batu, gula pasir, atau gula aren untuk mempermanisnya dan untuk ekstra energi. Berikut beberapa jenis teh (dan cara penyajiannya) yang populer di Indonesia.

Teh Poci

Teh Poci dari Tegal diseduh dengan menggunakan pot teh tanah liat kecil. Masukkan air panas, gula batu dan tinggalkan sebentar. Kalian nggak perlu mengaduknya untuk mendapatkan teh "Wasgitel" (Wangi, Sepet, Legi, dan Kentel), artinya teh panas, manis, beraroma melati dan pekat. Poci yang menjadi tempat pembuatan teh tidak dicuci, hanya dibuang ampasnya saja, karena dipercaya kerak teh akan membuat seduhan teh lebih nikmat. Teh Poci juga terkenal berasal dari Slawi, Pemalang, dan Brebes.

Teh Hitam

Teh hitam adalah teh yang telah sepenuhnya teroksidasi (kadang-kadang disebut sebagai "fermentasi" meski bukan proses fermentasi yang utuh). Daun teh yang diseduh cenderung memiliki warna gelap, meski beberapa teh hitam berwarna keemasan atau kehijauan. Di China, teh hitam disebut hóngchá, atau teh merah, meski dalam bahasa Inggris, teh merah lebih sering mengacu pada rooibo, teh herbal yang tidak dibuat dari tanaman teh.

Teh hitam juga cenderung mengandung lebih banyak tannin, bahan kimia yang memberi teh warna khasnya yang khas. Tannin sebenarnya adalah bentuk antioksidan, dan merupakan bahan kimia yang dihasilkan saat katekin teh hijau berubah saat oksidasi berlangsung.

Teh hitam diproduksi massal di Indonesia, dan sangat disukai orang Indonesia untuk diminum di pagi atau sore hari, dengan tambahan gula, dan kadang susu.

Teh Oolong

Teh oolong, kadang ditulis wooloong, adalah sejenis teh, yang berasal dari China namun sudah ditanam di Indonesia, yang telah teroksidasi sebagian dan kemudian dipanggang. Namanya diterjemahkan sebagai teh naga hitam. Oolong kadang-kadang disebut teh biru.

Proses produksi oolong agak terbaca daripada teh hitam atau hijau. Tingkat oksidasi sangat bervariasi, dengan perkiraan subjektif tingkat oksidasi berkisar antara 10 persen sampai 75 persen. Tingkat panggang anjuga sangat bervariasi, terlepas dari tingkat oksidasi. Oolong bisa berwarna gelap entah karena oksidasi lebih tinggi, atau karena lebih lama dipanggang.

Teh Talua

Teh Talua atau teh telur adalah minuman teh dari Sumatera Barat. Tehnya unik karena penggunaan kuning telur dalam persiapannya. Telur ayam atau bebek bisa dipilih untuk menyeduh the, kemudian diaduk. Bahan lainnya, selain teh dan kuning telur, adalah gula, susu kental manis, sedikit perasan jeruk limau, atau kayu manis.

Teh Talua sangat digemari oleh masyarakat Minangkabau, selain untuk menghangatkan tubuh, juga sebagai sumber energi.

Teh Jahe

Teh jahe dibuat dengan mencampurkan air mendidih dengan teh hitam, gula pasir atau gula aren, dan potongan jahe. Teh ini baik diminum untuk menghangatkan tubuh.

Teh Hijau

Teh hijau adalah sejenis teh yang telah diolah untuk menghentikan oksidasi (berbeda dengan teh hitam dan oolong). Oksidasi dihentikan dengan pemanasan, biasanya dengan mengukus, menempa pan atau memanggang, yang menghancurkan enzim yang menyebabkan oksidasi, sehingga menjaga warna hijau daun teh.

Teh putih kurang diproses dibanding teh hijau, namun cenderung lebih teroksidasi, dan bisa memiliki warna daun yang lebih gelap. Proses yang sama ini juga menjaga kandungan vitamin C dari daun teh, menjadikan teh hijau satu-satunya jenis teh dengan tingkat vitamin C yang cukup.

Teh hijau banyak dikonsumsi di Asia Timur, terutama di China, dan di Jepang, di mana hampir semua teh yang dikonsumsi adalah teh hijau. Cina dan Jepang adalah asal mula sebagian besar varietas teh hijau. Dengan beberapa pengecualian, seluruh dunia mengkonsumsi teh hijau kecil sampai saat ini. Minat teh hijau melonjak karena manfaat kesehatannya yang diakui dan meningkatkan minat teh artisan. Saat ini orang Indonesia mulai banyak minum the hijau.


Sumber : Ratetea; theteadetective; teaamoindonesia

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya