Prof. Djoko Santoso : Perguruan Tinggi Bagai Uang Kertas, Hanya Satu Sisi itu Uang Palsu

Posted at 2017-09-21 08:50:00 on SEPUTAR KAMPUS by Redaksi
Dok. Cozer

Bicara soal pendidikan tidak akan ada habisnya. Bagi Prof. Dr. Ir Djoko Santoso, M.Sc. yang telah malang melintang di dunia pendidikan, perihal insinyur dan tenaga ahli kebumian perlu mendapat perhatian khusus. Hadir dalam Seminar Nasional Kebumian XII oleh Fakultas Teknologi Mineral UPN, Kamis (14/09/2017) di Hotel Sahid J-Walk, beliau berbagi pandangannya bersama kedua panelis lainnya.

“Mahasiswa sekarang dikasih gelar vokasi nggak mau, maunya akademik. Akademik harusnya mikir, tapi disuruh mikir nggak mau. Katanya mikir cari kerjaan, padahal ya tidak dapat-dapat” ujar alumni Teknik Geologi ITB ini yang disambut gelak tawa peserta seminar.

Dipaparkan oleh mantan Rektor ITB tersebut, Perguruan Tinggi layaknya uang kertas yang memiliki 2 sisi, yaitu riset (pengabdian masyarakat) dan pendidikan tinggi. Jika hanya ada satu sisi, maka bisa disebut uang palsu. “Kuliah profesi kok di kelas? Itu sih sekolah akademik. Kuliah profesi ya di lapangan, misalnya di Freeport,” ujar beliau didepan para peserta seminar yang rata-rata dosen dan akademisi.

Mantan Dirjen Perguruan Tinggi Kemendikbud ini juga berbagi pengalamannya. “Di luar sana, gelar saya profesor dan doktor itu nggak laku. Lakunya ya insinyur. Bedanya ahli kebumian dengan bidang lain, persentase kita kecil tapi pasti diibutuhkan bekerja dan garansinya lama,” tambahnya.

Selain menghadirkan pembicara ternama, seusai seminar yang bertajuk “Optimalisasi Sumber Daya Mineral dan Energi Untuk Kemakmuran Bangsa” juga diadakan presentasi paper yang dilombakan. Diharapkan selepas acara ini, para peserta mampu mengaplikasikan ilmunya secara langsung agar berguna di masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Lucia Yuriko)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya