Pro Kontra Perppu No.2/2017, Perlu Diimbangi Dengan Sikap Bela Negara

Posted at 2017-09-22 20:49:00 on SEPUTAR KAMPUS by Redaksi

Indonesia sebagai negara demokrasi, telah memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat dan menyatakan pendapat. Sebagai negara padat penduduk, keberagaman masyarakat memicu banyaknya kelompok yang bermunculan. Namun belakangan mulai diketahui bahwa ada beberapa  kelompok yang dianggap tidak berlandaskan falsafah bangsa, yaitu Pancasila. Oleh karena itu, pembentukan regulasi yang mengatur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dianggap perlu untuk memastikan setiap ormas memiliki visi dan misi yang sejalandengan nilai-nilai bangsa dan mensejahterakan masyarakat.

Perppu No.2 tahun 2017 muncul sebagai solusi untuk mengatasi keresahan masyarakat terhadap konflik ormas yang terus bermunculan. Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang) ini dibuat untuk menegaskan kembali ormas seperti apa yang bisa didirikan beserta larangannya.Sayangnya, beberapa pihak menganggap peraturan ini sebagai bentuk pembatasan demokrasi.

“Realitas menunjukkan adanya pro dan kontra dengan munculnya perppu ini. Bagi saya sejatinya tidak perlu diperdebatkan lagi karena bisa mewujudkan masyarakat yang bersatu dan tidak ada saling ancam terhadap kelompok lain,” ujar My. Esti Wijayanti, anggota DPR RI Komisi X, dalam Seminar Nasional “Kebijakan Perppu No. 2 Tahun 2017 Dalam Perspektif Konstitusi dan Demokrasi” di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPNVY “Veteran” Yogyakarta, Rabu (20/09/2017).

Prof. Dr. Purwo Santoso selaku rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta menambahkan bahwa Perppu ini muncul sebagai akibat dari adanya kelompok tertentu yang tidak berdasarkan Pancasila. “Demokrasi banyak menjumpai tikungan tajam yang diikuti dengan krisis masyarakat. Kita harus pandai dalam memilih politik bernegara yang berdasarkan kebhinekaan,” tambah beliau.

Sebagai kampus bela negara, UPNVY mendorong agar setiap individu anggota ormas menanamkan sikap bela negara dan Pancasila. Diantaranya dengan cara membangun sikap gotong royong, melestarikan budaya bangsa, mengajarkan budi dan luhur Pancasila, serta membangun budaya cinta tanah air. Hal ini disampaikan oleh Ir. Bambang Wicaksono, MT sebagai ketua bela negara UPNVY.

“Marilah kita jangan memecah persatuan. Jadilah perekat diantara masyarakat,” saran beliau dalam seminar yang dihadiri 100 orang tersebut. (Lucia Yuriko)

Selengkapnya tentang Perppu No 2 Tahun 2017 dapat dilihat di sini

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya