Pentingnya Kemampuan Negosiasi Kontrak di Dunia Pertambangan

Posted at 2017-09-27 08:00:00 on SEPUTAR KAMPUS by Lucia Yuriko
Dok. Cozer

Usaha pertambangan di Indonesia yang cukup signifikan, memicu besarnya tuntutan untuk memiliki SDM yang berkualitas. Salah satu bagian penting adalah adanya departemen negosiasi kontrak. Sebelumnya, operasi pertambangan biasa dikerjakan oleh pemilik izin. Namun seiring perkembangan Perpres, pertambangan tidak hanya didominasi pemilik kerja, tapi juga mendatangkan kontraktor untuk meningkatkan profit. Semua kesepakatan yang terjadi akan melalui proses negosiasi terlebih dahulu.

“Perkembangan kontraktor cukup signifikan karena pertambangan itu usaha padat modal. Resource banyak, skill spesifik, dan penyediaan alat yang tidak sebentar. Saat ingin membuka area baru dan meningkatkan produksi, maka perlu sumberdaya tambahan. Jalan paling cepat ya mengajak kerjasama pihak lain, salah satunya kontraktor,” ujar Handi Suhadi S.T, MBA, Manager Contract Mining Bengalon Dept. PT. KPC (Kaltim Prima Coal), saat berbagi ilmunya dalam Stadium General “Learn From The Experience” di Ruang Seminar Fakultas Pertanian UPN Yogyakarta, Jumat (22/09/2017).

Posisi krusial yang menentukan keberhasilan program ini memerlukan individu atau tim yang bisa meningkatkan posisi tawar. Tantangan saat negosiasi tentu bermacam-macam. Sifat-sifat negosiator yang mementingkan kepentingan pribadi, terlalu fokus pada komersial dan membahas hal yang tidak perlu diperdebatkan. Tidak lupa juga perihal terbatasnya waktu, perbedaan visi misi, adanya persepsi, hingga perubahan regulasi tentu harus disikapi dengan bijak agar mencapai indikator kesuksesan negosiasi, yaitu kesepakatan harga dan minimnya perselisihan.

Acara yang merupakan persembahan dari Ikatan Alumni Sangatta-Bengalon ini diikuti oleh mayoritas mahasiswa FTM. Dalam sesi tanya jawab, terdapat beberapa pertanyaan yang menarik dan kritis serta mendapat pujian dan hadiah dari para alumni. Salah satunya adalah dari Danu, T.Pertambangan 2014, “Februari 2016 lalu harga batu bara turun drastis hingga banyak perusahaan yang gulung tikar. Apa dampaknya pada PT. KPC dan apakah perlu negosiasi ulang atau pembatalan kontrak terhadap kontrak yang telah berlangsung?”. Jawabannya, dilakukan review dan negosiasi ulang terhadap kontrak. Namun sebelum kontrak disepakati, perlu melalui tahapan antisipasi terhadap ancaman yang mungkin terjadi di tahun mendatang. Sehingga kejadian seperti itu tidak akan menjadi ancaman serius. Semoga dengan adanya acara ini mampu menginspirasi mahasiswa agar lebih giat belajar guna menggapai mimpi-mimpinya. Semangat! (Lucia Yuriko)

KOMENTAR
Log In untuk menambahkan komentar
Belum ada komentar
Baca Lainnya